"Angka KeramatXLangkah Lebih Maju sama dengan SUKSES HIDUP
SISTEM PENCERNAAN PADA AYAM


PERANAN D3 Kesehatan hewan dan Dokter Hewan dlm Pangan Asal Hewan yang Sehat
Menurut Bahri et al. (2000), hampir semua pabrik pakan menambahkan obat hewan berupa antibiotik ke dalam pakan komersial, sehingga sebagian besar pakan komersial yang beredar di Indonesia mengandung antibiotik. Keadaan ini diperkuat oleh informasi bahwa sebagian besar sampel pakan ayam dari Cianjur, Sukabumi, Bogor,Tangerang, dan Bekasi positif mengandung residu antibiotik golongan tetrasiklin dan obat golongan sulfonamida (Balai Penelitian Veteriner 1990; 1991).
Dengan demikian, apabila peternak yang menggunakan ransum tersebut tidak memperhatikan aturan pemakaiannya, diduga kuat produk ternak mengandung residu antibiotik yang dapat mengganggu kesehatan manusia, antara lain berupa resistensi terhadap antibiotik tertentu (Hurd et al. 2004).
Permasalahan lain pada pakan adalah kekhawatiran penggunaan meat and bone meal (MBM) sebagai campuran pakan, terutama untuk ternak ruminansia. Hal ini berkaitan dengan isu penyakit sapi gila yang salah satu penularannya diduga kuat melalui penggunaan MBM asal ternak ruminansia yang menderita atau tertular penyakit sapi gila (Darminto dan Bahri 1996; Sitepu 2000). Dengan demikian, pakan yang mengandung MBM berpotensi menghasilkan produk ternak yang tidak aman bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, negara-negara Uni Eropa dan Amerika telah melarang penggunaan MBM untuk pakan ternak ruminansia.
Sehingga masukan untuk seluruh peternak khususnya dan masyarakat indonesia umumunya , perlu dilakukan sosialisasi atau penyuluhan yang berkelanjutan kepada peternak tentang pentingnya mengikuti petunjuk penggunaan pakan hewan dan obat hewan, baik yang terdapat dalam pakan komersial maupun yang digunakan untuk pengobatan ternak dan konsultasikan kepada paramedis (d3) kesehatan hewan ataupun dokter hewan di sekitar lingkungan peternak apabila ada permasalahan tentang kesehatan ternaknya.
( Sumber bacaan : Jurnal Litbang Pertanian, 24(1), 2005.Sjamsul Bahri, E. dan A. Kusumaningsih. PROSES PRAPRODUKSI SEBAGAI FAKTOR PENTING DALAM MENGHASILKAN RODUK TERNAK YANG AMAN UNTUK MANUSIA )
GRATIS !!! bisnis olahan SUSU KAMBING
silahkan daftar GRATIS!!!
Akan segera buka kantor di Indonesia, PT Royal Healthy Marketing, dengan produk Higoat susu kambing powder pertama di Indonesia. Dicari ribuan distributor di Seluruh kota di Indonesia. Kami adalah team bisnis pertama di Indonesia, segera gabung bersama kami di Higoat Indonesia
Silahkan kunjungi http://HigoatNetwork.com/?id=mantrihewan
Contact dody indra
HP 081802607177
JADI silahkan daftar GRATIS!!!!!!! tidak ada salahkan sebelum POSISI ANDA digantikan orang lain.
SAYA PASTIKAN GRATIS dan SAYA MENCARI DISTRIBUTOR SELURUH INDONESIA..
Buruan DAFTAR GRATIS ... !!!!
SILAHKAN KLIK DISINI
KEMITRAAN SUATU PILIHAN..

Komoditas unggas mempunyai prospek pasar yang sangat baik karena didukung oleh karakteristik produk unggas yang dapat diterima oleh masyarakat Indonesia yang sebagian besar muslim, harga relatif murah dengan akses yang mudah diperoleh karena sudah merupakan barang publik. Komoditas ini merupakan pendorong utama penyediaan protein hewani nasional, sehingga prospek yang sudah bagus ini harus dimanfaatkan untuk memberdayakan peternak di perdesaan melalui pemanfaatan sumberdaya secara lebih optimal.
Setiap bisnis pasti menghitung faktor efisiensi untuk memperbesar keuntungan atau setidaknya memperkecil kerugian. Dalam usaha broiler, menurut drh Hari Wibowo, peternak broiler yang juga ketua Apayo (Asosiasi Peternak Ayam Yogyakarta), efisiensi memiliki makna yang berbeda jika diterapkan pada variabel yang berbeda. “Pada dasarnya efisiensi dicapai dengan mengejar performa sebaik mungkin, dengan mengkombinasikan manajemen budidaya yang efektif dan sapronak yang baik,” ungkapnya. Jadi sepertinya kemitraan broiler cukup di pertimbangkan bukan???Menurut Technical Sales Representative Multibreeder Adirama Indonesia area Jateng Ir Otto Hascarya, pilihan DOC dan pakan yang berkualitas akan mempermudah mencapai performa yang optimal. Ini karena porsi keduanya dalam biaya produksi yang mencapai 90% (70% pakan dan 20% DOC). “Tentu didukung manajemen yang baik,” tegasnya. Warih menyatakan beberapa kali menjumpai peternak yang menggunakan sapronak berkualitas tetap saja panennya jeblok karena kelalaian dalam manejemen.
Menurut drh Zahrul Anam Area Supervisor Sanbe Vet & Aqua Jogjakarta menguraikan inti dari manajemen budidaya yang prima adalah memenuhi kebutuhan ayam untuk hidup dan tumbuh optimal. Selama pemeliharaan, ayam merasa enak, nyaman dan sehat. Saat masih kecil ayam butuh hangat, dan selanjutnya ia justru butuh sejuk. Maka saat dibuatlah perindukan / brooder pada fase awal pemeliharaan.“Atas definisi tadi juga orang berpikir membuat kandang senyaman mungkin dengan closed house,” terangnya. Kandang semacam itu menurut Zahrul memang mahal tapi membuat kapasitas terpasang juga meningkat. “Kalau kandang biasa 7-10 ek/m2, di closed house bisa 14 – 18 ek/m2. Selain menghemat kandang hingga 50%, juga mempermudah tata lingkungan, mampu memanipulasi mikroklimat, dan mengeliminasi stres. Jadi biaya tinggi bukan berarti boros atau tidak efisien,” terangnya panjang lebar. Jadi tidak ada salahnya jika kita berpikir untuk melirik bisnis kemitraan broiler bukan???
Pelatihan Inseminasi Buatan di Fak. peternakan UGM
BISKUIT KAMBING : SOLUSI PAKAN ALTERNATIF RAMAH LINGKUNGAN
Makanan kambing makin bervariasi. Tak sekadar melahap rumput atau dedak, binatang ternak ini punya asupan baru yang bergizi tinggi: biskuit kambing. Kue kering dari limbah sayur untuk embek tersebut dibuat Yuli Retnani, dosen dan peneliti di Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Sisa sayur yang melimpah di pasar tradisional mengilhami Yuli untuk memanfaatkannya. Belasan jenis sayur berpotensi menjadi limbah, seperti kol bulat, kembang kol, bawang merah dan putih, sawi, buncis, wortel, tomat, kentang, daun seledri, kelapa, kacang panjang, jagung, tauge, dan jahe. Menurut Yuli, limbah kelobot jagung, tauge kacang hijau, dan daun kembang kol memiliki kandungan nutrisi cukup tinggi yang disukai kambing. Cara Membuat: Cara membuat biskuit spesial ini cukup sederhana. Setelah terkumpul, limbah sayur dirajang kecil-kecil, lalu dijemur. Begitu kering, bahan ini digiling dengan kayu atau memakai mesin penumbuk. Campurkan konsentrat dan terigu-sekitar sepertiga bagian-lalu aduk hingga rata, kemudian dipres memakai mesin kempa. Bisa juga ditekan manual dengan tangan. Langkah terakhir adalah dioven atau cukup dijemur. Dengan pengolahan ini, sayur lebih tahan lama, tapi tidak kehilangan vitamin atau protein. Yuli membuat tiga formula biskuit: dari rumput lapang dan konsentrat, rumput lapang dicampur limbah sayur dan konsentrat, serta 100 persen limbah sayur dan konsentrat. Dari uji palatabilitas-uji kandungan, ketahanan, dan ukuran-pada domba di Peternakan Mitra Tani Farm Ciampea, Bogor, biskuit limbah sayur terbukti yang terbaik. Bahan Terbaik: Dilihat dari jenisnya, sayur yang memiliki nutrisi terbaik adalah daun kembang kol dan kecambah kacang hijau, dan kualitas fisik terbaik adalah kelobot jagung. Untuk mendapat nutrisi terbaik dalam biskuit kambing, komposisinya seperempat kelobot jagung, setengah limbah kecambah kacang hijau, dan seperempat daun kembang kol. Selain mengandung nutrisi tinggi, biskuit ini dapat disimpan untuk jangka lama. “Bisa tahan hingga enam bulan,” kata Yuli. Sayang, kue embek ini belum bisa diproduksi massal karena formulanya masih dikembangkan. Anda tertarik membuatnya? sumber dari : http://membuat.net





