subscribe to RSS

"Angka KeramatXLangkah Lebih Maju sama dengan SUKSES HIDUP

Posted by mantri hewan on Senin, 21 November 2011


Angka Keramatku itu adalah Angka 3. Angka 3 adalah angka favorit saya dulu sampai sekarang, entah kenapa angka itu terasa familiar dalam hidup dan keseharian saya. Saya mengatakan demikian karena tanggal dan bulan lahir saya yaitu tanggal 3 bulan maret ( 3-3-...) dan sejak sekolah dasar sampai saya kuliah pasti angka 3 selalu nemplek di NIM (Nomor Induk Mahasiswa) dan sampe-sampe IPK (indek Kumulatif) kelulusan kuliah saya juga tidak lepas dari angka 3 yaitu lulus dengan sangat memuaskan dengan IPK 3,03 hehehe...
Menurut saya Angka 3 memiliki makna yang beragam, sebagai contoh setiap Orang pasti mengalami 3 hal,ada Awal-> Pertengahan ->akhir. Setiap Kita Pasti melalui 3 Hari sepanjang waktu yaitu Hari kemarin -> sekarang -> Hari esok dan yang pasti Dokter sering bilang jangan lupa ya Obatnya di minum 3xsehari ya?.
Tujuan saya menulis tema tentang angka 3 adalah untuk berbagi semangat kepada kita semua bahwa ternyata kita hidup dalam 3 tahapan yang pasti selalu kita lalui untuk melangkah lebih maju yaitu Tahap Awal => Tahap Proses => Tahap Pencapaian (Akhir). Tiga Fase kehidupan ini harus kita lalui dan mutlak kita jalani untuk menjadi manusia yang lebih maju dan lebih sukses dalam kehidpan ini. Jadi ingatlah bahwa Angka 3xlangkah lebih maju pasti selalui membuat hidup kita lebih sukses dimasa depan.

SISTEM PENCERNAAN PADA AYAM

Posted by mantri hewan on Kamis, 10 November 2011

GAMBAR SISTEM PENCERNAAN AYAM :



SISTEM PENCERNAAN AYAM
Pencernaan adalah penguraian pakan ke dalam zat-zat makanan dalamsaluran pencernaan untuk dapat diserap dan digunakan oleh jaringan-jaringantubuh (Anggorodi, 1985).Ayam merupakan ternak non-ruminansia yang artinya ternak yangmempunyai lambung sederhana atau monogastrik. Pada umumnya bagian-bagianpenting dari alat penceernaan adalah mulut, farinks, esofagus, lambung, usushalus dan usus besar. Makanan yang bergerak dari mulut sepanjang saluranpencernaan oleh gelombang peristaltik yang disebabkan karena adanya kontraksiotot di sekeliling saluran. (Tillman et al., 1991). Di dalam empedal bahan-bahan makanan mendapat proses pencernaansecara mekanis. Partikel-partikel yang besar secara mekanik akan diperkecildengan tujuan memudahkan proses pencernaan enzimatis di dalam mulut ataupundi dalam saluran pencernaan berikutnya. Untuk memudahkan proses pencernaanmekanis maupun enzimatis dalam mempersiapkan ransum ternak banyakdilakukan dengan menggiling bahan-bahan ransum tersebut (Parakkasi, 1990). (1)

PRINSIP SISTEM PENCERNAAN AYAM.
Pencernaan ayam yang memiliki panjang 245 – 255 cm, tergantung pada umur dan jenis unggas memiliki prinsip pencernaan yang terdiri dari tiga macam yaitu pencernaan secara mekanik (fisik), pencernaan secara kimiawi (enzimatik) dan Pencernaan secara mikrobiologik yang terjadi di sekum dan kolon.
1. Pencernaan secara mekanik (fisik); Pencernaan ini dilakukan oleh kontraksi otot polos, terutama terjadi di empedal (gizzard) yang dibantu oleh bebatuan (grit). Pencernaan ini banyak terjadi pada ayam yang dipelihara secara umbaran sehingga mendapatkan grit lebih banyak daripada ayam yang dipelihara secara terkurung.

2. Pencernaan secara kimiawi (enzimatik); Pencernaan secara kimia dilakukan oleh enzim pencernaan yang dihasilkan: (1) kelenjar saliva di mulut; (2) enzim yang dihasilkan oleh proventrikulus; (3) enzim dari pankreas; (4) enzim empedu dari hati; dan (5) enzim dari usus halus. Peranan enzim-enzim tersebut sebagai pemecah ikatan protein, lemak, dan karbohidrat.

3. Pencernaan secara mikrobiologik (jumlahnya sedikit sekali) dan terjadi di sekum dan kolon. Secara umum pencernaan pada unggas meliputi aspek:digesti yang terjadi pada paruh, tembolok, proventrikulus, ventrikulus (empedal/gizzard), usus halus, usus besar, dan ceca;absorpsi yang terjadi pada usus halus (small intestinum) melalui vili-vili (jonjot usus);
metabolisme yang terjadi pada sel tubuh yang kemudian disintesis menjadi protein, glukosa, dan hasil lain untuk pertumbuhan badan, produksi telur atau daging, pertumbuhan bulu, penimbunan lemak, dan menjaga/memelihara tubuh pada proses kehidupannya. (2)

MANFAAT BELAJAR SISTEM PENCERNAAN AYAM.
Banyak sekali penyakit pada ayam yang dapat diagnosa melalui sistem pencernaannya, seperti E- Coli, Salmonella, Cholera, Coccidia, dan lainnya.
Terlalu sulit untuk menentukan infeksi yang menyebabkan ayam mati apalagi kita mendiagnosanya secara kasat mata (perubahan fisik dari luar) seperti lesu, tidak mau makan sehingga penurunan berat badan, sehingga untuk meneguhkan diagnosa yang menyebabkan hewan mati terkadang perlu dilakukan bedah bangkai (nekropsi) terhadap ayam yang mati. Untuk dapat melihat dan memastikan perubahan-perubahan yang terjadi pada pencernaan ayam yang nantinya dapat dilakukan diagnosa dan akhirnya kita dapat meneguhkan apa penyebab ayam tersebut mati. Jadi Pengetahuan kita tentang sistem pencernaan ayam sangat di perlukan untuk melakukan bedah bangkai nantinya sehingga diagnosa kita tepat. (3)

Sumber Bacaan dari :



PERANAN D3 Kesehatan hewan dan Dokter Hewan dlm Pangan Asal Hewan yang Sehat

Posted by mantri hewan on Minggu, 04 September 2011


Pangan asal ternak akan menjadi tidak berguna dan membahayakan kesehatan manusia apabila tidak aman. Oleh karena itu,keamanan pangan asal ternak merupakan persyaratan mutlak (Winarno 1996). Untuk mendapatkan produk ternak yang aman bagi manusia harus dimulai dari farm (proses praproduksi) sampai penanganan pascaproduksinya.Dalam proses praproduksi ini, berbagai faktor akan mempengaruhi kehidupan ternak dan keamanan produkyang dihasilkan. Faktor-faktor tersebut adalah tanah, air, udara, bahan kimia, obat hewan, pakan, dan penyakit ternak.Status penyakit hewan menular atau penyakit zoonosis seperti antraks, virus nipah, cystisercosis, dan mad cow (sapi gila) akan mempengaruhi kesehatan ternak maupun keamanan produknya. Penyakit ini bahkan dapat menjadi hambatan dalam perdagangan nasional, regional maupun global.

Menurut Bahri et al. (2000), hampir semua pabrik pakan menambahkan obat hewan berupa antibiotik ke dalam pakan komersial, sehingga sebagian besar pakan komersial yang beredar di Indonesia mengandung antibiotik. Keadaan ini diperkuat oleh informasi bahwa sebagian besar sampel pakan ayam dari Cianjur, Sukabumi, Bogor,Tangerang, dan Bekasi positif mengandung residu antibiotik golongan tetrasiklin dan obat golongan sulfonamida (Balai Penelitian Veteriner 1990; 1991).

Dengan demikian, apabila peternak yang menggunakan ransum tersebut tidak memperhatikan aturan pemakaiannya, diduga kuat produk ternak mengandung residu antibiotik yang dapat mengganggu kesehatan manusia, antara lain berupa resistensi terhadap antibiotik tertentu (Hurd et al. 2004).

Permasalahan lain pada pakan adalah kekhawatiran penggunaan meat and bone meal (MBM) sebagai campuran pakan, terutama untuk ternak ruminansia. Hal ini berkaitan dengan isu penyakit sapi gila yang salah satu penularannya diduga kuat melalui penggunaan MBM asal ternak ruminansia yang menderita atau tertular penyakit sapi gila (Darminto dan Bahri 1996; Sitepu 2000). Dengan demikian, pakan yang mengandung MBM berpotensi menghasilkan produk ternak yang tidak aman bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, negara-negara Uni Eropa dan Amerika telah melarang penggunaan MBM untuk pakan ternak ruminansia.

Sehingga masukan untuk seluruh peternak khususnya dan masyarakat indonesia umumunya , perlu dilakukan sosialisasi atau penyuluhan yang berkelanjutan kepada peternak tentang pentingnya mengikuti petunjuk penggunaan pakan hewan dan obat hewan, baik yang terdapat dalam pakan komersial maupun yang digunakan untuk pengobatan ternak dan konsultasikan kepada paramedis (d3) kesehatan hewan ataupun dokter hewan di sekitar lingkungan peternak apabila ada permasalahan tentang kesehatan ternaknya.

( Sumber bacaan : Jurnal Litbang Pertanian, 24(1), 2005.Sjamsul Bahri, E. dan A. Kusumaningsih. PROSES PRAPRODUKSI SEBAGAI FAKTOR PENTING DALAM MENGHASILKAN RODUK TERNAK YANG AMAN UNTUK MANUSIA )

GRATIS !!! bisnis olahan SUSU KAMBING

Posted by mantri hewan on Selasa, 09 Agustus 2011

Akan segera Launching Produk Olahan dari SUSU KAMBING..
silahkan daftar GRATIS!!!




Susu Kambing Higoat Pertama di Indonesia
JADI silahkan daftar GRATIS!!!!!!! tidak ada salahkan sebelum POSISI ANDA digantikan orang lain.



Susu Kambing Higoat Pertama di Indonesia

SAYA PASTIKAN GRATIS dan SAYA MENCARI DISTRIBUTOR SELURUH INDONESIA..
Buruan DAFTAR GRATIS ... !!!!
SILAHKAN KLIK DISINI

Susu Kambing Higoat Pertama di Indonesia


Susu Kambing Higoat Pertama di Indonesia

KEMITRAAN SUATU PILIHAN..

Posted by mantri hewan on Selasa, 07 Juni 2011


Komoditas unggas mempunyai prospek pasar yang sangat baik karena didukung oleh karakteristik produk unggas yang dapat diterima oleh masyarakat Indonesia yang sebagian besar muslim, harga relatif murah dengan akses yang mudah diperoleh karena sudah merupakan barang publik. Komoditas ini merupakan pendorong utama penyediaan protein hewani nasional, sehingga prospek yang sudah bagus ini harus dimanfaatkan untuk memberdayakan peternak di perdesaan melalui pemanfaatan sumberdaya secara lebih optimal.

Profil usaha di sektor primer menunjukkan bahwa usaha peternakan ayam ras pedaging cukup memberikan peluang usaha yang baik, sepanjang manajemen pemeliharaan mengikuti prosedur dan ketetapan yang berlaku. Hal ini ditunjukkan dengan nilai B/C yang diperoleh secara berturut-turut sebesar 1,16; 1,28 dan 1,25 pada usaha mandiri, pola kemitraan inti-plasma dan pola kemitraan poultry shop dengan skala usaha 15 ribu ekor. Indikasi yang hampir sama juga terjadi pada ayam ras petelur pada skala usaha 10 ribu ekor, dengan nilai B/C adalah 1,29 dan 1,13 masing-masing untuk usaha mandiri dan pola kemitraan dengan poultry shop. Hal ini memberikan indikasi bahwa usaha peternakan ayam ras petelur mempunyai keuntungan yang relatif baik bagi para peternak. Sedangkan hal tersebut untuk usaha ayam lokal dan ternak itik masing-masing nilai B/C adalah 1,04 dan 1,2.
Usaha peternakan ayam broiler memiliki potensi yang besar untukdikembangkan, mengingat peranannya dalam pemenuhan kebutuhan akan dagingrelatif murah dan pengusahaannya dilakukan secara massal, sehingga produksiayam broiler lebih mendominasi daripada produksi daging lainnya. Krisisekonomi yang hingga tahun 2009 masih berlangsung telah banyak memberikanhambatan terhadap usaha peternakan broiler. Hambatan tersebut berupa harga-harga sarana produksi peternakan yang sangat berfluktuasi dan semakin mahal.Keberadaan perusahaan kemitraan ayam broiler telah dapat membantu usahabudidaya ayam broiler tetap maju dan berkembang. Oleh sebab itu, pasca krisisekonomi usaha peternakan ayam broiler tetap dapat dijalankan oleh peternakwalaupun status peternak sudah beralih menjadi peternak mitra perusahaan.
salah satu kemitraan ayam broiler yaitu Pemeliharaan Broiler di kemitraan “Setia Budi” Sragen. Kemitraan ini cukup baik dimana dengan mengggunakan pakan BR1 dan Duta PT. Japfa Comfeed dan DOC Platinum PT. Multibreeder diperoleh perhitungan IP (Indeks Prestasi) antara 245-335, FCR. 1.57-1.73,Berat Panen 1.40-2.21 kg, Umur 34-40 hr, Mortalitas 1.5-7.5%, keuntungan peternak Rp. 900-3000/ekor, dari 25 kali waktu check in hari 4 periode yang rugi dan 21 periode untung itu artinya 84% peternak untung dan hanya 16% tingkat kerugiannya , Selanjutnya dalam perhitungan keuntungan dalam rupiah dan profitabilitas diukur dengan profit margin dan return on investment. Adapun variabel yang berpengaruh terhadap keuntungan adalah skala usaha, total biaya, harga jual dan umur panen.Kemudian rata-rata profit margin peternak plasma sebesar 15%. Adapun variabel yang berpengaruh terhadap profit margin adalah skala usaha, total biaya dan harga jual, demikian pula return on investment peternak plasma sebesar 28%.
Untuk mendapatkan keuntungan dalam peternakan Broiler kita harus memperhatikan beberapa hal berikut :
1. Pilih Efisien Atau Performa
Setiap bisnis pasti menghitung faktor efisiensi untuk memperbesar keuntungan atau setidaknya memperkecil kerugian. Dalam usaha broiler, menurut drh Hari Wibowo, peternak broiler yang juga ketua Apayo (Asosiasi Peternak Ayam Yogyakarta), efisiensi memiliki makna yang berbeda jika diterapkan pada variabel yang berbeda. “Pada dasarnya efisiensi dicapai dengan mengejar performa sebaik mungkin, dengan mengkombinasikan manajemen budidaya yang efektif dan sapronak yang baik,” ungkapnya. Jadi sepertinya kemitraan broiler cukup di pertimbangkan bukan???


2. Sapronak Berkualitas
Menurut Technical Sales Representative Multibreeder Adirama Indonesia area Jateng Ir Otto Hascarya, pilihan DOC dan pakan yang berkualitas akan mempermudah mencapai performa yang optimal. Ini karena porsi keduanya dalam biaya produksi yang mencapai 90% (70% pakan dan 20% DOC). “Tentu didukung manajemen yang baik,” tegasnya. Warih menyatakan beberapa kali menjumpai peternak yang menggunakan sapronak berkualitas tetap saja panennya jeblok karena kelalaian dalam manejemen.

3. Manajemen Prima
Menurut drh Zahrul Anam Area Supervisor Sanbe Vet & Aqua Jogjakarta menguraikan inti dari manajemen budidaya yang prima adalah memenuhi kebutuhan ayam untuk hidup dan tumbuh optimal. Selama pemeliharaan, ayam merasa enak, nyaman dan sehat. Saat masih kecil ayam butuh hangat, dan selanjutnya ia justru butuh sejuk. Maka saat dibuatlah perindukan / brooder pada fase awal pemeliharaan.
“Atas definisi tadi juga orang berpikir membuat kandang senyaman mungkin dengan closed house,” terangnya. Kandang semacam itu menurut Zahrul memang mahal tapi membuat kapasitas terpasang juga meningkat. “Kalau kandang biasa 7-10 ek/m2, di closed house bisa 14 – 18 ek/m2. Selain menghemat kandang hingga 50%, juga mempermudah tata lingkungan, mampu memanipulasi mikroklimat, dan mengeliminasi stres. Jadi biaya tinggi bukan berarti boros atau tidak efisien,” terangnya panjang lebar. Jadi tidak ada salahnya jika kita berpikir untuk melirik bisnis kemitraan broiler bukan???
Sumber :

Pelatihan Inseminasi Buatan di Fak. peternakan UGM

Posted by mantri hewan on Senin, 16 Mei 2011



Pelatihan Inseminasi Buatan di Fapet UGM
Syarat2 peserta :
- Umum (pelajar/mahasiswa, pegawai dan pensiunan )
- Lulusan Fakultas Peternakan / Kedokteran Hewan
- Mengikuti pelatihan Full Time
- Peserta kursus minimal 15 orang dan maksimal 40 orang.

Biaya Pendidikan/pelatihan/kursus :
Uang pendaftaran : 100.000,-
Pelatihan IB pada sapi/kerbau : 2 500 00,-
Pelatihan IB pada domba/kambing : 2 000 000,-
Pelatihan IB pada Ayam / unggas : 1 500 000,-

BISKUIT KAMBING : SOLUSI PAKAN ALTERNATIF RAMAH LINGKUNGAN

Posted by mantri hewan on Sabtu, 07 Mei 2011



Makanan kambing makin bervariasi. Tak sekadar melahap rumput atau dedak, binatang ternak ini punya asupan baru yang bergizi tinggi: biskuit kambing. Kue kering dari limbah sayur untuk embek tersebut dibuat Yuli Retnani, dosen dan peneliti di Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.

Sisa sayur yang melimpah di pasar tradisional mengilhami Yuli untuk memanfaatkannya. Belasan jenis sayur berpotensi menjadi limbah, seperti kol bulat, kembang kol, bawang merah dan putih, sawi, buncis, wortel, tomat, kentang, daun seledri, kelapa, kacang panjang, jagung, tauge, dan jahe. Menurut Yuli, limbah kelobot jagung, tauge kacang hijau, dan daun kembang kol memiliki kandungan nutrisi cukup tinggi yang disukai kambing.

Cara Membuat:

Cara membuat biskuit spesial ini cukup sederhana. Setelah terkumpul, limbah sayur dirajang kecil-kecil, lalu dijemur. Begitu kering, bahan ini digiling dengan kayu atau memakai mesin penumbuk. Campurkan konsentrat dan terigu-sekitar sepertiga bagian-lalu aduk hingga rata, kemudian dipres memakai mesin kempa. Bisa juga ditekan manual dengan tangan. Langkah terakhir adalah dioven atau cukup dijemur. Dengan pengolahan ini, sayur lebih tahan lama, tapi tidak kehilangan vitamin atau protein.

Yuli membuat tiga formula biskuit: dari rumput lapang dan konsentrat, rumput lapang dicampur limbah sayur dan konsentrat, serta 100 persen limbah sayur dan konsentrat. Dari uji palatabilitas-uji kandungan, ketahanan, dan ukuran-pada domba di Peternakan Mitra Tani Farm Ciampea, Bogor, biskuit limbah sayur terbukti yang terbaik.

Bahan Terbaik:

Dilihat dari jenisnya, sayur yang memiliki nutrisi terbaik adalah daun kembang kol dan kecambah kacang hijau, dan kualitas fisik terbaik adalah kelobot jagung. Untuk mendapat nutrisi terbaik dalam biskuit kambing, komposisinya seperempat kelobot jagung, setengah limbah kecambah kacang hijau, dan seperempat daun kembang kol.

Selain mengandung nutrisi tinggi, biskuit ini dapat disimpan untuk jangka lama. “Bisa tahan hingga enam bulan,” kata Yuli. Sayang, kue embek ini belum bisa diproduksi massal karena formulanya masih dikembangkan.

Anda tertarik membuatnya?

sumber dari : http://membuat.net

.

.