MantriHewan l Seputar Dunia Hewan: ARTIKEL MANTRI HEWAN
Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL MANTRI HEWAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL MANTRI HEWAN. Tampilkan semua postingan

TOTALITAS : Kunci Sukses Beternak di Kabupaten Bintan. Kepri

Written By Kepripolitik on Minggu, 16 Desember 2012 | 22.04

( Salahsatu Peternakan Sapi Bali di kabupaten Bintan. Prov. Kepri. 2012)

Salahsatu peternakan yang sangat potensial di Provinsi kepulaun riau adalah peternakan sapi. Kabupaten Bintan sebagai salah satu kabupaten di provinsi kepulauan riau, sangat potensial sebagai tempat pengembangan ternak hewan ruminan seperti sapi ini. Hal ini dikarenakan Kabupaten Bintan memiliki banyak lahan yang jauh dari pemukiman padat penduduk dan aneka hijauan yang bisa dikonsumsi oleh hewan ruminan. Sepanjang jalan kabupaten bintan hampir seluruhnya ditumbuhi rumput blembem, rumput alang-alang, dan rumput gajah liar. Aneka rumput juga mudah untuk dibudidayakan di sini.

Ternak sapi merupakan salah satu potensi yang bisa dikembangkan di Bintan, baik untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat setempat maupun sebagai langkah untuk mewujudkan swasembada daging. Masyarakat Bintan sendiri sudah ada yang memiliki ternak sapi, sapi pribadi (sapi yang diadakan menggunakan uang pribadi) maupun sapi bantuan pemerintah. Program bantuan sapi yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten Bintan (dalam hal ini diperankan oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bintan) terdiri atas sapi penggemukan (bantuan sapi untuk digemukkan lantas dijual ketika sudah diyakini mendapatkan keuntungan) dan sapi pengembang biakan (bantuan sapi untuk dikembang biakkan).


Pak Franoto termasuk salah satu orang yang memanfaatkan potensi ini. Berawal dari pengalamannya mengurus ternak sapi, Pak Franoto memiliki minat dan pengetahuan yang cukup untuk beternak sapi. Pak Franoto bisa memiliki lima ekor sapi bali pertamanya pada tahun 2011 yang didapatkan dari bantuan Dinas Pertanian Peternakan dan Kehutanan Kabupaten Bintan. Tahun 2012 ini, sapi pak Franoto telah bertambah menjadi 13 ekor sapi bali. Sapi-sapi Pak Franoto jarang mengalami sakit karena Pak Franoto merawat sapinya dengan totalitas yaitu selalu menjaga kebersihan kandangnya, mencukupi kebutuhan pakannya dengan nutrisi yang cukup pula, waspada dengan kondisi kesehatan sapi-sapinya, dan memahami karakteristik setiap sapinya. 

Pak Franoto membersihkan kotoran sapi di kandangnya setiap hari sehingga tidak terdapat kotoran sapi yang menumpuk di sekitar kandangnya. Kandang juga selalu diberikan asap yang cukup sebagai disinfectan alami untuk mencegah datangnya serangga-serangga yang membahayakan kesehatan sapinya.

Pak Franoto juga memiliki lahan rumput pribadi seluas 1 hektar yang ditanami rumput gajah dan rumput king grass. Sediaan rumput ini telah mencukupi kebutuhan hijauan harian bagi sapi-sapinya sehingga pak Franoto tidak perlu mencari rumput di luar. Pak franoto memilih ampas kedelai sebagai pakan konsentratnya dengan pertimbangan ampas kedelai lebih higienis karena telah dimasak sebelumnya.

(Salah satu Pelayanan Kesehatan hewan di kab. Bintan. Kepri.)

Sapi-sapi pak franoto juga terlihat sehat karena setiap hari yaitu pagi sampai menjelang sore dilakukan exercise dengan menambatkan mereka pada pohon-pohon atau tiang-tiang yang tersedia di padang rumput karpet di dekat kandangnya. Hl ini dilakukan agar mereka mendapatkan sinar matahari cukup serta memperkuat otot-ototnya sehingga didapatkan daging yang padat.

Kandang sepertinya merupakan tempat tinggal dan tempat tidur utama Pak Franoto dibandingkan rumah atau kamar tidurnya yang sebenarnya sehingga belia sangat tanggap terhadap perubahan-perubahan pada kondisi sapinya. Sapi-sapi yang memiliki gejala sakit dapat dikenalinya dan beliau langsung memberitahu petugas kesehatan hewan tanpa menunggu sakit yang lebih parah, seperti ambruk misalnya. 
Untuk dihasilkan sapi dengan kualitas bagus, kandang juga harus rajin dibersihkan, jangan sampai kotoran menumpuk. Berbagai jenis penyakit sapi yang sering ditemukan di Bintan biasanya cacingan, timpani, hipokalcemia dan parasit darah. 

Saat ini, pak Franoto telah mempersiapkan kandang-kandang untuk calon pedet-pedetnya karena terdapat 8 ekor sapi betina yang bunting. Sebagai bukti totalitas Pak Franoto dalam beternak sapi yaitu, beliau memahami bahwa garam mineral merupakan hal penting yang dibutuhkan sapi betina yang sedang bunting sehingga beliau selalu mengupayakan garam mineral untuk mereka. Berdasarkan saran dari petugas harian lepas dari Departemen Pertanian yang ditempatkan di Puskeswan Kabupaten Bintan Dody Indra, A.md, garam-garam tersebut diberikan melalui media tabung bambu dengan alasan agar lebih irit. Pak franoto hafal dengan usia kebuntingan sapi-sapinya secara mendetil dalam hitungan hari. Sifat antara sapi satu dengan sapi lainnya pun beliau hafal sehingga lebih mudah dalam memperlakukannya, seperti hal yang disukai, kebiasaan di kandang, dan hal yang tidak disukai dari sapinya.

Segala hal jika dilakukan dengan niat sepenuh hati,perencanaan yang matang dan pengetahuan yang memadai, maka akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Semoga saja hal ini dapat menginspirasi masyarakat Bintan bahwa beternak sapi adalah hal yang menjanjikan untuk masa depan.

Fakultas Kedokteran Hewan : Kebutuhan atau Hanya Trend ???

Written By Kepripolitik on Rabu, 23 Maret 2011 | 16.26


Pertanyaan itu muncul iseng di otakku karena terlalu banyak orang di negri ini yang belum tahu atau mungkin tidak mengenal dengan yang namanya Fakultas Kedokteran hewan Jangankan orang awam, mahasiswa fakultas kedokteran hewan sendiri kemungkinan besar tidak dapat menjawab dengan benar ada berapa jumlah Universitas yang memiliki fakultas kedokteran hewan di Indonesia??
Oke, sebagai pencerahan jawabannya adalah 10 Universitas, dimana 8 universitas tergabung dalam Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI) dan 2 Universitas baru membuka program Pendidikan DOkter Hewan Tahun 2011 ini.
10 Universitas se-Indonesia yang memiliki Jurusan Kedokteran Hewan (KH) yaitu :

1.Universitas Syah Kuala Aceh
2.Institut Pertanian Bogor
3.Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
4.Universitas Airlangga, Surabaya
5.Universitas Brawijaya Malang
6.Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
7.Universitas Udayana Bali
8.Universitas Nusa Tenggara Barat
9.Universitas Hassanudin Makasar
10Universitas Nusa Cendana Kupang.
Tapi sekarang pertanyaan muncul di otak saya sekarang adalah apakah ini hanya sebuah tren atau sebuah kebutuhan sehingga bermunculan Jurusan kedokteran Hewan di Indonesia (tahun 2011) ini ?????

PERTIMBANGKAN INI SEBELUM MEMELIHARA HEWAN

Written By Kepripolitik on Senin, 21 Maret 2011 | 05.10


Sore ini, aku dapat chatting di FBku dari sodaraku Beny yang saat ini bekerja di Depok Jakarta. Dia bertanya "Bagaimana Perawatan untuk Anjing Scottish terrier ya??".
seketika itu aku teringat kuliah yang diberikan dosenku tentang Ilmu Perawatan Hewan dan Manajemen Hewan Kesayangan. Sebenarnya sebelum kita merawat atau mengadopsi hewan peliharaan perlu di pertimbangan beberapa hal berikut :
1. Apa Tujuan dari memelihara hewan?
Kita ambil contoh mau memelihara Anjing. Kalau Tujuan kita untuk penjaga rumah maka pilihlah hewan2 yang memiliki performa tangguh dan merupakan anjing penjaga seperti Bull Dog. Seandainya tujuannya untuk memelihara anjing untuk kesenangan dan bisa di ajak bermain maka Scottish Terrier dapat menjadi pilihan.
2. Seberapa bajet/keuangan kita untuk memelihara hewan?
Ketika kita memutuskan untuk memelihara hewan tentu pertimbangan biaya utk perawatan, pakan, vaksin dan pengobatan jika hewan sakit merupakan hal mutlak yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan hewan. kita ambil contoh, Perawatan utk Anjing berjenis Short Hair perawatannya jauh lebih murah dibandingkan Anjing Long Hair.
3. Sudah siapkah dgn kosekuensi dari memelihara hewan?
Hewan sama seperti manusia yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian. jadi ketika kita mau memelihara hewan maka setidaknya kita harus menyisihkan waktu untuk itu. misalnya waktu utk memberi makan,waktu utk membersihkan kandang atau waktu mengajak hewan anda jalan2.
Jadi minimal 3 hal di atas harus menjadi pertimbangan pendahuluan sebelum kita benar2 memutuskan mengadopsi hewan peliharaan. semoga bermanfaat.

Antara A_ZOO dan A_ZUU


Pagi ini saya bangun cukup pagi jam 5 20 dan lansung melaksanakan rutinitas pagi dalam 2 bulan ini yaitu PE KA EL.
PE KA EL pada minggu ini dilaksanakan di RPH (Rumah Potong Hewan) milik Pemda DIY yang berlokasi di Giwangan.
Saya mengambil judul antara A_ZOO dan A_ZUU, muncul ketika saya mau berangkat ke RPH tadi pagi karena ada sesuatu yang unik yang berhubungan dgn dunia animal yaitu pas di perempatan lampu merah saya melihat stiker Iklan di sebuah Taksi yang bertuliskan " GEMBIRALOKA ZOO".
Gembiraloka sebenarnya adalah Zoo atau kebun binatang yang merupakan tempat rekreasi hewan kebanggaan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta). Menurut saya, kebun binatang gembira loka sangat intens dalam mempromosikan "ZOO"-nya kepada publik. Terbukti gembira loka begitu gencar mempromosikan lewat poster di taksi2 dan membuat sebuah webside komersil dengan nama http://gembiralokazoo.com/.
Menurut pendapat saya, jarang-jarang kebun binatang giat meng-iklankan kepada masyarakat karena harus kita sadari bahwa media promosi merupakan salahsatu faktor pendukung dalam memasarkan suatu produk termasuk produk jasa berupa kebun binatang sekalipun. mudah2an ini dapat di contoh oleh kebun binatang lainnya di indonesia.
Kemudian "A_ZUU" merupakan plesetan dari "ASU" yang merupakan bahasa jawa berarti ANJING. Kata dosen saya bahwa anjing merupakan hewan yang memiliki tingkat intelejensi yang cukup tinggi selain kuda. Tapi saran saya janganlah sekali2 anda berkata "AZUU" pada orang jawa karena ntar bisa2 anda dikebiri karena itu merupakan kata2 kasar bagi orang jogakarta dan orang jawa tengah.
Cuma pertanyaannya sekarang apakah A_zoo = A_zuu??? menurut saya tentu berbeda karena bisa aja A_ZUU merupakan bagian dalam A_ZOO tapi A_ZOO tidak selalu ada A_ZUU di dalamnya. Rumit bukan??
Bicara rumit, di Indonesia ini birokrasi dan cara berpikir orangnya sangat rumit. Hal itu disampaikan drh Supri Yanto bahwa "Terlalu Rumit masyarakat negara ini,sebagai contoh disaat di ajak untuk hal2 yang baik justru berpikir negatif dan menolak".
Dokter Supri yanto yang merupakan kepala teknis di RPH PEMDA DIY dan mantan asisten Anatomi FKH UGM , adalah orang yang memiliki jiwa motivator dan tidak pelit berbagi ilmu serta pengalamannya. Banyak ilmu yang saya dapatkan hari ini, mulai dari ilmu tentang pemotongan hewan yang benar dan memenuhi higienitas sampai membandingkan RPH di Australia dengan RPH di Indonesia. Kesimpulan yang saya dapat dari pertemuan dgn drh supri yanto yaitu ternyata dalam sebuah Rumah Potong Hewan kedispilinan,Kebersihan dan sanitasi Ante Morten ataupun Post Morten merupakan hal utama yang sangat penting diperhatikan dalam rangka menyajikan daging yang higien dan halal bagi konsumen.

Ilmu Praktek Itu Lebih "Nyantol"

Written By Kepripolitik on Selasa, 15 Maret 2011 | 08.00

PKL kedinasan merupakan salahsatu Praktek Kerja Lapangan yang ku lalui sampai akhir April 2011 ini. PKL ku yaitu : Pig Farm - UP2KH UGM - Jatmiko Farm (Broiler Farm) - Kedinasan DIY - RPH DIY - BBVET deptan di wates - Sapi Perah Sumedang - BIB Sumedang - Tomblo Ati Stable di salatiga.
Dalam PKL kedinasan dilaksanakan pada Balaikota DIY dan pada Hari ini aku dan kelompok PKL "Mantap Jaya" jadwalnya di Poliklinik Hewan Giwangan yang terdiri dari 4 dpkter hewan yaitu drh Aladria, drh Dewi Rina Sari, drh Siti Nurhayati dan drh. S. Esmanto.
Jam 6.30 pagi aku udah stan by di pintu masuk Kampus FKH UGM dan disana sudah ada Taruno,Edly, Hanif, Any, Asna, Yuki dan Gilang. Akhirnya kami ber-8 berangkat ke Poliklinik Keswan DIY karena Bayu sudah duluan kesana dan Om Rudi agak telat karena baru mandi katanya.hahahahahaha
Jam 7.10 kami sampai di Poliklinik Keswan DIY, di poliklinik ternyata hari ini akan dilakukan vaksinasi ND pada Unggas (dengan pasien mayoritas adalah Ayam Bangkok) karena di Poliklinik DIY memang rutin mengadakan vaksinasi setiap hari selasa di antara jam 8 - 12 siang.
Aku sungguh menikmati kegiatan PKL ku di Poliklinik .Banyak ilmu yang kudapatkan selama PKL hari ini di antaranya :
1. Vaksinasi Unggas
Vaksinasi ND pada Unggas dilakukan secara tetes mata untuk unggas yang berumur kurang dari 3 bulan dgn dosis 1 tetes dan di ulang minimal 1 bulan sekali. Sedangkan untuk unggas yang berumur di atas 3 bulan di vaksin dgn cara Intra Musculus dgn dosis 0,5 ml.
2. Kasus Infeksi Urinasi Pada kucing.
Dari Pengamatan dan praktek yang ku lakukan di poliklinik, Penanganan kasus utk kucing yang mengalami Infeksi Saluran kencing harus dilakukan infus secara intra vena pada vena saphena.
3. Kasus Gangguan Nafsu Makan pada Kambing PE
Penanganan kasus PE merupakan kasus pertama yang ku amati dan ku lakukan selama kuliah di FKH UGM dan ini memang pengalaman yang sangat berharga.
Sebelum dilakukan tindakan medis sebelumnya Pemilik hewan di tanyakan dulu utk mendapatkan Informasi riwayat penyakit pada hewan ternakya (Anamesa). Sebagai contoh tanyakan "Kejadiannya Kapan pak","Pakannya yang diberikan apa?" "Omborannya dmn?" "Kapan terakhir kambing di Vaksin atau diberi obat cacing?" dll. Berdasarkan Pengamatan dilapangan , diagnosa dokter hewan yaitu kambing mengalami kembung stadium awal di tandai dgn nafsu makan kurang, ketika diraba pada bagian lambung terasa seperti "Balon" dan Performa kambing tidak berdiri gagah dan lemas. Untuk Pengobatannya drh. S. Esmanto memberikan Diphenhidramine HCL 10mg + B1 + B Komplex dengan dosis masing-masing 3 ml. Berdasarkan informasi dari drh. S. Esmanto bahwa Diphenhidramine HCL berfungsi utk Memulihkan keseimbangan asam lambung , B1 berfungsi utk penguat otot perut hewan, B12 untuk memperbaiki nafsu makan kambing.
sebenarnya masih banyak kegiatan yang dilakukan di Poliklinik DIY seperti Grooming kucing, Penanganan kasus Liver pada ayam bangkok yang over dosis obat cacing. Sungguh pengalaman yang berharga di UPT Poliklinik DIY.

Antara Kuda Bunting dan Ngantuk

Written By Kepripolitik on Senin, 14 Maret 2011 | 11.03


Mata rasanya mulai ngantuk dan badan lemas karena jam menunjukan jam 1.22 pagi!!! .... daripada "ga goyang" ane nyari2 data dari internet tentang "KUDA BUNTING" untuk Inspirasi Tugas Akhir Ane tentang Manajemen Pakan pada Kuda Bunting.
Setelah minta pencerahan dgn Mbah Google dapatlah link tentang "KUDA BUNTING" antaranya :
Lumayanlah utk nambah2 pengetahuan seputar kuda walaupun sebenarnya aq terus belajar tentang kuda khususnya tentang kuda bunting dan kalau ada di antara sodara2 yg punya info atau buku seputar perawatan kuda khususnya kuda bunting saya makasih bgt nih. zzzzzzzzzzzzzzZZZZZZZZzzzzzzzzzzzz berhubung dah ngantuk tidur dulu yo.

Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk Leptospirosis


Wabah laptospirosis di Daerah Istimewa Yogyakarta kian mengkhawatirkan. Setelah Kabupaten Bantul menyatakan leptospiroris sebagai kejadian luar biasa (KLB) dengan korban jiwa hingga 17 orang lebih dalam kurun waktu 2009 hingga 2011, kini Kota Yogyakarta juga terancam wabah leptospirosis.

Sedikitnya 7 kecamatan dari 14 kecamatan yang ada di kota Yogyakarta.
“Tujuh Kecamatan di Kota Yogyakarta merupakan daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman yang punya kasus leptospirosis cukup tinggi,” kata Kepala Bidang Pertanian Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta, Ir Beni Nurhantoro, Selasa, 22 Februari 2011.

Menurut dia, tujuh kecamatan di Kota Yogyakarta yang siaga terhadap leptospirosis adalah kecamatan Gondokusuman, Tegalrejo, Wirobrajan, Mantrijeron, Umbulharjo, Kotagede dan Ngampilan.
Leptospirosis adalah penyakit infeksi akut yang dapat menyerang manusia maupun hewan yang disebabkan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira berbentuk spiral yang patogen dan digolongkan sebagai zoonosis. Bakteri ini dapat hidup di air tawar selama lebih kurang 1 bulan. Tetapi dalam air laut, selokan dan air kemih yang tidak diencerkan akan cepat mati. Leptospira iecterohaemorrhagiae adalah salah satu tipe yang berbahaya. Tak ada perawatan yang cukup tangguh untuk mengobati, jika terlanjur mengalami komplikasi.

Gejala
Pada stadium ringan penyakit ini mirip flu. Gejala umum seperti demam tinggi, menggigil, sakit kepala, lesu. penderita terkadang juga muntah, mengalami radang mata dan rasa nyeri di betis dan punggung. Gejala umumnya terjadi selama seminggu.

Pengobatan
Antibiotik seperti enicillin G, amoxicillin, ampicillin, erythromycin, tetracycline, doxycycline dan cephalosporins efektif untuk mengobati leptospirosis.

Beberapa obat atau penyakit yang mungkin berhubungan adalah sebagai berikut: Batuk, Campak Jerman (Rubella), Radang Tenggorokan, Ovarium Hypofunction, Neurosyphillis.
Inspirasi dari :

Lowongan di Medion

Written By Kepripolitik on Rabu, 21 Juli 2010 | 04.09


Lowongan di FAPET UGM



Kesempatan Berkarir


Sebuah PMA yang bergerak di bidang pakan ternak membutuhkan segera beberapa tenaga profesional muda yang dinamis dan qualified untuk menempati posisi Petugas Pengawas Lapangan (PPL) dan Technical Sales Staff (TSS). Persyaratan :

  1. Pria max 30 tahun


  2. Pendidikan minimal S1 Peternakan/Kedokteran Hewan


  3. Mengerti tentang perunggasan/Proses Feedmill


  4. Bersedia ditempatkan diseluruh area kerja PT. Cheil Jedang Superfeed


Cantumkan kode pekerjaan yang dilamar di sudut kiri atas amplop ke alamat :

Cheil Jedang Superfeed

Jl. Lanud Gorda. Desa Julang, Kec, Cikande Kab. Serang-Banten 42186

NB. Lamaran diterima paling lambat tgl 27 Juli 2010 (Kolektif di kampus FAPET UGM). Proses seleksi akan dilaksanakan di kampus Fapet UGM tanggal 29 Juli 2010 Jam 8.00 WIB

ABORTUS KARENA JAMUR PADA SAPI

Written By Kepripolitik on Selasa, 06 Juli 2010 | 17.12

Disgenesis reproduksi meliputi kegagalan reproduksi tanpa memandang penyebabnya maupun periode kebuntingan sewaktu terjadi kehilangan konseptus. Kehilangan konseptus yang terjadi sejak pembuahan sel telur sampai diferensiasi embrional (-/+ 45 hari) disebut kematian embrional. Kehilangan konseptus yang terjadi selama periode foetal yaitu dari saat diferensiasi sampai kelahiran, dibagi atas abortus dan kelahiran prematur. Abortus atau keluron adalah kematian fetus sebelum akhir masa kebuntingan dengan fetus yang belum sanggup hidup, sedangkan kelahiran prematur adalah pengeluaran fetus sebelum akhir masa kebuntingan dengan fetus yang sanggup hidup sendiri di luar tubuh induk.
Hampir semua abortus mikotik pada sapi disebabkan oleh dua kelompok jamur.diperkirakan 60 sampai 80 persen disebabkan oleh Aspergillus spp dan kebanyakan adalah Aspergillus fumigatus. Jenis Mucorales bertanggung jawab atas keguguran mikotik selebihnya. Kejadian abortus mikotik bervariasi dari 0,5 sampai 16 persen dari semua abortus pada sapi.
Aspergillus terdapat dimana-mana dan umumnya bersifat saprofit. Jamur memasuki tubuh hewan melalui pernapasan dan makanan. Spora jamur kemudian dibawa ke plasenta melalui aliran darah dari laesio lain pada saluran pencernaan. Hasil penularan ini secara gradual menyebabkan plasentitis, hambatan pemberian makanan pada saluran fetus, kematian fetus dan abortus dalam waktu beberapa Minggu atau beberapa bulan kemudian. Kebanyakan abortus terjadi pada bulan kelima sampai ketujuh masa kebuntingan, tetapi dapat berlangsung dari bulan keempat sampai waktu partus. Fetus umumnya dikeluarkan dalam keadaan mati, tetapi pada beberapa kasus terjadi kelahiran prematur atau fetus lahir pada waktunya dalam keadaan hidup tapi lemah dan mati segera sesudah lahir.
Abortus mikotik umumnya ditandai oleh perubahan-perubahan nyata pada selaput fetus, tapi lebih nyata daripada perubahan-perubahan abortus karena brusellosis dan vibriosis. Chorion tebal, oedematus, seperti kulit dan neurotik. Laesio utama terdapat pada plasentoma. Karunkel dan kotiledon sangat membesar, membengkak, oedematus dan nekrotik.
Kotiledon yang nekrotik memperlihatkan suatu pusat yang kelabu suram dikelilingi oleh daerah hemoragika dan bertaut erat dengan khorion yang nekrotik. Di dalam ruang utero khorion umumnya terdapat cairan kemerah-merahan dengan kepingan-kepingan nanah. Jamur menyebar melalui selaput fetus ke dalam cairan foetal. Foetus dapat tampak normal atau, pada 30 persen kasus jamur dapat bertumbuh pada kulit dalam bentuk bercak-bercak seperti pada ichtyosis congenital atau ringworm. Cairan serosa berwarna jerami dapat ditemukan pada jaringan foetal atau rongga tubuhnya. Jamur dapat diisolasi dari isi lambung, dari chorion, atau kotiledon plasenta yang terserang. Penyembuhan pada kasus yang parah cukup lambat dan tertunda atau dapat diikuti oleh kemajiran permanen.
Diagnosa dikuatkan oleh pemeriksaan mikroskopik terhadap jamur dari plasenta atau foetus, pemeriksaan histopatologik terhadap jaringan plasental atau foetal dan oleh kultur pada media buatan.
sumber dari : v-net.com

ARTI AKREDITASI BAGI UGM

Written By Kepripolitik on Kamis, 01 Juli 2010 | 20.37


SWASTA ATAU NEGERI SAMA SAJA : YG PENTING AKREDITASINYA BAGUS
kemaren dpt sms dari saiful, yg bilang besok jam 7 45 pagi akan ada pertemuan dgn BAN (Badan Akreditasi Nasional) Perguruan Tinggi Negeri di ruang Elisa Sekip DKH UGM.Uhm....tadi pagi, jam 7 bangun trus mandi,jgn lupa gosok gigi karena sesuai dgn pesan dokter gigi bahwa usahakan gosok gigi krn ada banyak sumber penyakit yg bersumber dr mikroorganisme yang ada di gigi (wew..koq ngomongin kesehatan gigi y? ho ho ho).
skip-skip- abis beres2 aq lansung menuju ke TKP yaitu di gedung Diploma 3 Kes-Wan UGM tercinta tepatnya di ruang elisa.
pas di dlm ruangan elisa, wew keren bgt coy..soale ac-nya lengkap trus ada LCD gede gitu, sampe Drh Haris Biokim guyon bilang "kayak nonton Bioskop 21 yo.." hehehe benar jg dok.
ternyata sebelum tanya jawab dengan 2 orang prof dari BAN PT kita dikasih tip and trik oleh drh. haris purwanto (kepala akademik d3 fkh) dan drh.agung budyanto kalo kami mahasiswa ga usah takut ntar di tanyain sama accesor paling2 di tanyain seputar : apakah mahasiswa tau visi dan misi FKH UGM dan Fasilitas apa saja yang diberikan kampus terhadap mahasiswa?? trus tentang UKM-UKM yang ada di FKH dan sejauh mana pemahaman kita tentang itu.
Sebelumnya aku mau kasih tau, apa sih gunanya Sebuah Akreditasi bagi sebuah perguruan tinggi?? setelah aku amati dari penerangan dosen2 FKH UGM bahwa akreditasi sangat berpengaruh untuk kita melamar kerja atau melanjutkan kuliah, begini rangkumannya :
a. Suatu Perguruan tinggi yang memiliki akreditasi A, alumninya dapat melamar ke istansi pemerintahan (PNS) dengan IPK minimal 2,75
b. Untuk Perguruan Tinggi yang Akresitas B, Alumninya dapat melamar ke Instansi pemerintah (PNS) dengan IPK minimal 3,00
c. Untuk Perguruan tinggi yang nilai Akreditasinya C, tidak dapat atau kecil kemungkinan untuk di terima di instansi pemerintahan.
d. Untuk perguruan tinggi yang Akreditasinya D kebawah, alumninya tidak dapat melanjutkan atau sulit melanjutkan Ke jenjang s2 atau s3 nantinya.
Ketika 2 tim accesor masuk ke ruangan elisa fkh ugm. nah kebetulan pas tim dari BAN PT masuk dan mulai tanya jawab alhamdulilah saya dapat menjawab 3 pertanyaan :
1. Siapa yg menerima Beasiswa ?? dan bagaimana tanggapan anda tentang beasiswa yang di berikan UGM tersebut???
2. Mengenai Asuransi Kesehatan GMC, sejauh mana manfaat yang ada rasakan dan jelaskan???
3. Mengenai pembelajaran dan praktikum, apakah saja fasilitas yang berikan kampus dan adakah jaminan keselamatan kerja ketika praktikum ??
Setelah sesi tanya jawab lansung dengan tim accesor BAN PT berakhir akhirnya kita maem kue parsley dan segelas AQUA....uhm nikmatnya dan mudah2an akreditasi untuk DKH UGM minimal B dan kalau bisa A. amin

DAMPAK PENGGUNAAN DDT (Dichloro-diphenyl-trichloroethan) SEBAGAI PESTISIDA

Written By Kepripolitik on Selasa, 11 Mei 2010 | 02.28

DAMPAK PENGGUNAAN DDT (Dichloro-diphenyl-trichloroethan) SEBAGAI PESTISIDA

A. Pendahuluan
1. Latar Belakang Masalah
Kajian tentang implikasi Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup terhadap kondisi kesehatan lingkungan belum banyak dilakukan. Kebanyakan kajian implikasi UU ini dilakukan hanya pada persoalan migas dan sumber daya alam (kajian ekonomi sumber daya) dan kajian ilmu lingkungan itu sendiri .
Salah satu masalah lingkungan hidup yang berkaitan dengan farmakologi adalah penggunaan pestisida. Tidak bisa dipungkiri bahwa pestisida adalah salah satu hasil teknologi modern dan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pestisida merupakan zat kimia serta jasad renik dan virus yang digunakan membunuh hama dan penyakit. Penggunaannya meliputi sektor perikanan, perkebunan dan pertanian tanaman pangan yang menangani komoditi padi, palawija, dan hortikultura (sayuran, buah-buahan dan tanaman hias ).
Sebagian besar petani masih menggunakan pestisida karena kemampuannya untuk memberantas hama sangat efektif. Bahkan, penggunaan pestisida di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Menurut Atmawijaya, pada tahun 1985 diperkirakan menggunakan 10.000 ton pestisida, pada tahun 1991 meningkat menjadi 600.000 ton. Jumlah ini mencapai 5 % konsumsi dunia .
Praktek pengendalian hama menggunakan insektisida organik sintetik berkembang sejak Perang Dunia II yang di mulai dengan penggunaan DDT. DDT diproduksi secara massal pada tahun 1939, setelah seorang kimiawan bernama Paul Herman Moller menemukan dengan dosis kecil dari DDT maka hampir semua jenis serangga dapat dibunuh dengan cara mengganggu sistem saraf mereka. Pada waktu itu, DDT dianggap sebagai alternatif murah dan aman sebagai jenis insektisida jika dibandingkan dengan senyawa insektisida lainnya yang berbasis arsenik dan raksa. Sayangnya, tidak seorangpun yang menyadari kerusakan lingkungan yang meluas akibat pemakaian DDT .
Pada bulan Juli 1998, perwakilan dari 120 negara bertemu untuk membahas suatu pakta Persatuan Bangsa Bangsa untuk melarang penggunaan DDT sebagai insektisida dan 11 bahan kimia lainnya secara global pada tahun 2000. Amerika Serikat dan negara-negara industri lain menyetujui pelarangan ini karena bahan-bahan kimia ini adalah senyawa kimia yang persisten dimana senyawa-senyawa ini dapat terakumulasi dan merusak ekosistem alami dan memasuki rantai makanan manusia. Namun banyak negara tidak setuju dengan pelarangan DDT secara global karena DDT digunakan untuk mengkontrol nyamuk penyebab malaria. Malaria timbul di 90 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, dan merupakan penyebab kematian dalam jumlah besar terutama daerah ekuatorial Afrika .
Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa 2.5 juta orang tewas setiap tahun akibat malaria dan ini kian terjadi di berbagai belahan dunia. Namun karena DDT begitu efektif dalam mengontrol nyamuk penyebab malaria, banyak ahli berpikir bahwa insektisida menyelamatkan lebih banyak jiwa dibandingkan bahan kimia lainnya .
2. Rumusan masalah
Apa sajakah dampak DDT sebagai pestisida?
3. Tujuan Penulisan
Paper ini ditulis untuk mengetahui dampak DDT sebagai pestisida
4. Manfaat Penulisan
Paper ini ditulis sebagai referensi dalam penggunaan DDT sebagai pestisida.





B. Tinjauan Pustaka
1. Pestisida
a. Tinjauan Teori Tentang Pestisida
Menurut The United States Environmental Pesticide Control Act, pestisidaadalah :
1) Semua zat atau campuran zat yang khusus digunakan untuk mengendalikan, mencegah, atau menangkis gangguan serangga, binatang mengerat, nematoda, gulma, virus, bakteri, jasad renik yang dianggap hama, kecuali virus, bakteri atau jasad renik lainnya yang terdapat pada manusia dan binatang.
2) Semua zat atau campuran zat yang khusus digunakan untuk mengatur pertumbuhan tanaman atau pengering tanaman. .

Pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1973, tentang “ Pengawasan atas Peredaran dan Penggunaan Pestisida” yang dimaksud dengan Pestisida adalah sebagai berikut ;
“ Semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk memberantas atau mencegah hama-hama dan penyakit-penyakit yang merusak tanaman, memberantas rerumputan, mematikan daun dan mencegah pertumbuhan yang tidak diinginkan, mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman tidak termasuk pupuk, memberantas atau mencegah hama-hama air, memberantas atau mencegah binatang-binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau binatang yang perlu dilindungi dengan penggunaan pada tanaman, tanah dan air” .

Pengertian menurut Sub Dit P2 Pestisida (1990), adalah semua bahan kimia, binatang maupun tumbuhan yang digunakan untuk mengendalikan hama. Pengertian lain tentang pestisida adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus digunakan untuk:
1) memberantas atau mencegah hama dan penyakit yang merusak tanaman.
2) memberantas rerumputan
3) mematikan daun dan mencegah pertumbuhan yang tidak iinginkan.
4) mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian tanaman.
5) memberantas atau mencegah hama luar pada hewan peliharaan.
6) memberantas atau mencegah hama-hama air.
7) memberantas atau mencegah binatang dan jasad renik dalam rumah, alat-alat angkutan, dan alat-alat pertanian.
8) memberantas atau mencegah binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau binatang yang dapat menyebabkan penyakit yang perlu dilindungi .
b. Macam-Macam Pestisida
Berdasarkan tujuannya, pestisida dibagi menjadi beberapa jenis :
a) Insektisida : untuk serangga.
b) Fungisida : untuk cendawan (fungus).
c) Herbisida : untuk tanaman pengganggu.
d) Bakterisida : untuk bakteri .
Berdasarkan bahan aktifnya, pestisida dibagi menjadi 3 jenis yaitu:
a) Pestisida organik (Organic pesticide) : pestisida yang bahan aktifnya adalah bahan organik yang berasal dari bagian tanaman atau binatang, misal : neem oil yang berasal dari pohon mimba (neem).
b) Pestisida elemen (Elemental pesticide) : pestisida yang bahan aktifnya berasal dari alam seperti: sulfur.
c) Pestisida kimia/sintetis (Syntetic pesticide) : pestisida yang berasal dari campuran bahan-bahan kimia .
Berdasarkan cara kerjanya, pestisida dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
a) Pestisida sistemik (Systemic Pesticide)
Pestisida sistemik adalah pestisida yang diserap dan dialirkan keseluruh bagian tanaman sehingga akan menjadi racun bagi hama yang memakannya. Kelebihannya tidak hilang karena disiram. Kelemahannya, ada bagian tanaman yang dimakan hama agar pestisida ini bekerja. Pestisida ini untuk mencegah tanaman dari serangan hama. Contoh : Neem oil.
b) Pestisida kontak langsung (Contact pesticide)
Pestisida kontak langsung adalah pestisida yang reaksinya akan bekerja bila bersentuhan langsung dengan hama, baik ketika makan ataupun sedang berjalan. Jika hama sudah menyerang lebih baik menggunakan jenis pestisida ini. Contoh : Sebagian besar pestisida kimia . Pestisida dapat digolongkan menurut penggunaannya dan disubklasifikasi menurut jenis bentuk kimianya. Dari bentuk komponen bahan aktifnya maka pestisida dapat dipelajari efek toksiknya terhadap manusia maupun makhluk hidup lainnya dalam lingkungan yang bersangkutan.:
Tabel 1. Penggolongan Pestisida

c. Pestisida Organophosphat
Lebih dari 50.000 komponen organophosphate telah disynthesis dan diuji untuk aktivitas insektisidanya. Tetapi yang telah digunakan tidak lebih dari 500 jenis saja dewasa ini. Semua produk organophosphate tersebut berefek toksik bila tertelan, dimana hal ini sama dengan tujuan penggunaannya untuk membunuh serangga. Beberapa jenis insektisida digunakan untuk keperluan medis misalnya fisostigmin, edroprium dan neostigmin yang digunakan utuk aktivitas kholinomimetik (efek seperti asetyl kholin). Obat tersebut digunakan untuk pengobatan gangguan neuromuskuler seperti myastinea gravis. Fisostigmin juga digunakan untuk antidotum pengobatan toksisitas ingesti dari substansi antikholinergik (mis: trisyklik anti depressant, atrophin dan sebagainya). Fisostigmin, ekotiopat iodide dan organophosphorus juga berefek langsung untuk mengobati glaucoma pada mata yaitu untuk mengurangi tekanan intraokuler pada bola mata .
1) struktur komponen organophosphate
Organophosphat disintesis pertama di Jerman pada awal perang dunia ke II. Bahan tersebut digunakan untuk gas saraf sesuai dengan tujuannya sebagai insektisida. Pada awal synthesisnya diproduksi senyawa tetraethyl pyrophosphate (TEPP), parathion dan schordan yang sangat efektif sebagai insektisida, tetapi juga cukup toksik terhadap mamalia. Penelitian berkembang terus dan ditemukan komponen yang poten terhadap insekta tetapi kurang toksik terhadap orang (mis: malathion), tetapi masih sangat toksik terhadap insekta .
Tabel 2. Struktur Kimia organophosphate
Nama Structure

Tetraethylpyrophosphate (TEPP)

Parathion

Malathion

Sarin


2) Mekanisme toksisitas
Organophosphat adalah insektisida yang paling toksik diantara jenis pestisida lainnya dan sering menyebabkan keracunan pada orang. Termakan hanya dalam jumlah sedikit saja dapat menyebabkan kematian, tetapi diperlukan lebih dari beberapa mg untuk dapat menyebabkan kematian pada orang dewasa. Organofosfat menghambat aksi pseudokholinesterase dalam plasma dan kholinesterase dalam sel darah merah dan pada sinapsisnya. Enzim tersebut secara normal menghidrolisis asetylcholin menjadi asetat dan kholin. Pada saat enzim dihambat, mengakibatkan jumlah asetylkholin meningkat dan berikatan dengan reseptor muskarinik dan nikotinik pada system saraf pusat dan perifer. Hal tersebut menyebabkan timbulnya gejala keracunan yang berpengaruh pada seluruh bagian tubuh .

Penghambatan kerja enzim terjadi karena organophosphate melakukan fosforilasi enzim tersebut dalam bentuk komponen yang stabil.


3) Gejala keracunan
Gejala keracunan organofosfat sangat bervariasi. Setiap gejala yang timbul sangat bergantung pada adanya stimilasi asetilkholin persisten atau depresi yang diikuti oleh stimulasi.saraf pusat maupun perifer .
Tabel 4. Efek muskarinik, nikotinik dan saraf pusat pada toksisitas organofosfat.
Efek Gejala
1. Muskarinik - Salivasi, lacrimasi, urinasi dan diaree (SLUD)
- Kejang perut
- Nausea dan vomitus
- Bradicardia
- Miosis
- Berkeringat
Efek Gejala
2. nikotinik - Pegal-pegal, lemah
- Tremor
- Paralysis
- Dyspnea
- Tachicardia


3. sistem saraf pusat - Bingung, gelisah, insomnia, neurosis
- Sakit kepala
- Emosi tidak stabil
- Bicara terbata-bata
- Kelemahan umum
- Convulsi
- Depresi respirasi dan gangguan jantung
- Koma

Gejala awal seperti SLUD terjadi pada keracunan organofosfat secara akut karena terjadinya stimulasi reseptor muskarinik sehingga kandungan asetil kholin dalam darah meningkat pada mata dan otot polos .
d. Pestisida Organochlorin
Pestisida Organoklorin atau biasa disebut juga sebagai hidrokarbon berklorin, merupakan jenis pestisida yang tidak mudah larut dalam air, namun mudah larut dalam minyak. Pestisida organoklorin merupakan jenis pestisida yang tidak mudah terurai di alam setelah digunakan, penggunaan pestisida organoklorin telah dilarang oleh pemerintah sejak tahun 1971 karena sifatnya yang persisten sehingga akan dapat menimbulkan dampak negative yang besar tehadap lingkungan dan mahluk hidup sekitarnya. Organokhlorin atau disebut “Chlorinated hydrocarbon” terdiri dari beberapa kelompok yang diklasifikasi menurut bentuk kimianya .
Tabel 5. Klasifikasi insektisida organokhlorin
Kelompok Komponen
Cyclodienes Aldrin, Chlordan, Dieldrin, Heptachlor, endrin, Toxaphen, Kepon, Mirex.
Hexachlorocyclohexan Lindane
Derivat Chlorinated-ethan DDT

Contoh di atas dapat digolongkan sebagai senyawa aktif yang terkandung pada jenis-jenis pestisida organoklorin dengan toksisitas yang berbeda.
Berdasarkan Toksisitasnya dapat digolongkan sebagai berikut:
1) sangat toksik : aldrin, endosulfan, dieldrin
2) toksik sederhana : Clordane, DDT,lindane, heptaklor
3) kurang toksik : Benzane hexacloride (BHC)
Keracunan karena senyawa organoklorin seringkali terjadi, pada umunya keracuan terjadi karena adanya kontak secara langsung dengan racun jenis ini. Apabila keracunan, pada umumnya racun ini langsung menyerang pada syaraf pusat yang dapat menyebabkan kejang ataupun bisa menyebabkan koma, sesak nafas, serta bisa juga berujung pada maut .
.
2. DDT (Dichloro Diphenyl Trichlorethane)
a. Tinjauan Teori Tentang DDT
DDT (Dichloro Diphenyl Trichlorethane) adalah insektisida “tempo dulu” yang pernah disanjung “setinggi langit” karena jasa-jasanya dalam penanggulangan berbagai penyakit yang ditularkan vektor serangga. Tetapi kini penggunaan DDT di banyak negara di dunia terutama di Amerika Utara, Eropah Barat dan juga di Indonesia telah dilarang. Namun karena persistensi DDT dalam lingkungan sangat lama, permasalahan DDT masih akan ber¬lang¬sung pada abad 21 sekarang ini. Adanya sisa (residu) insektisida ini di tanah dan perairan dari penggunaan masa lalu dan adanya bahan DDT sisa yang belum digunakan dan masih tersimpan di gudang tempat penyimpanan di selurun dunia (termasuk di Indonesia) kini meng¬hantui mahluk hidup di bumi .
Bahan racun DDT sangat persisten (tahan lama, berpuluh-puluh tahun, bahkan mungkin sampai 100 tahun atau lebih), bertahan dalam lingkungan hidup sambil meracuni ekosistem tanpa dapat didegradasi secara fisik maupun biologis, sehingga kini dan di masa mendatang kita masih terus mewaspadai akibat-akibat buruk yang diduga dapat ditimbulkan oleh keracunan DDT .
DDT pertama kali disintesis oleh Zeidler pada tahun 1873 tapi sifat insekti¬sidalnya baru ditemukan oleh Dr Paul Mueller pada tahun 1939. Penggunaan DDT menjadi sangat populer selama Perang Dunia II, terutama untuk penanggulangan penyakit malaria, tifus dan berbagai penyakit lain yang ditularkan oleh nyamuk, lalat dan kutu. Di India, pada tahun 1960 kematian oleh malaria mencapai 500.000 orang turun menjadi 1000 orang pada tahun 1970. WHO memperkirakan bahwa DDT selama Perang Dunia II telah menyelamatkan sekitar 25 juta jiwa terutama dari ancaman malaria dan tifus, sehingga Paul Mueller dianugerahi hadiah Nobel dalam ilmu kedokteran dan fisiologi pada tahun 1948 .
b. Sejarah DDT
DDT adalah insektisida paling ampuh yang pernah ditemukan dan digunakan manusia dalam membunuh serangga tetapi juga paling berbahaya bagi umat manusia manusia sehingga dijuluki “The Most Famous and Infamous Insecticide ”.
Pada tahun 1962 Rachel Carson dalam bukunya yang terkenal, Silenty Spring menjuluki DDT sebagai obat yang membawa kematian bagi kehidupan di bumi. Demikian berbahayanya DDT bagi kehidupan di bumi sehingga atas rekomendasi EPA (Environmental Protection Agency) Amerika Serikat pada tahun 1972 DDT dilarang digunakan terhitung 1 Januari 1973. Pengaruh buruk DDT terhadap lingkungan sudah mulai tampak sejak awal penggunaannya pada tahun 1940-an, dengan menurunnya populasi burung elang sampai hampir punah di Amerika Serikat. Dari pengamatan ternyata elang terkontaminasi DDT dari makanannya (terutama ikan sebagai mangsanya) yang tercemar DDT. DDT menyebabkan cang¬kang telur elang menjadi sangat rapuh sehingga rusak jika dieram. Dari segi bahayanya, oleh EPA DDT digolongkan dalam bahan racun PBT (persistent, bioaccumulative, and toxic) material .
c. Sifat kimiawi dan fisik DDT
Senyawa yang terdiri atas bentuk-bentuk isomer dari 1,1,1-trichloro-2,2-bis-(p-chlorophenyl) ethane yang secara awam disebut juga Dichoro Diphenyl Trichlorethane (DDT) diproduksi dengan menyam¬purkan chloralhydrate dengan chlorobenzen e.

Gambar 3. Struktur kimia DDT .

DDT-teknis terdiri atas campuran tiga bentuk isomer DDT (65-80% p,p'-DDT, 15-21% o,p'-DDT, dan 0-4% o,o'-DDT, dan dalam jumlah yang kecil sebagai kontaminan juga terkandung DDE [1,1-dichloro-2,2- bis(p-chlorophenyl) ethylene] dan DDD [1,1-dichloro-2,2-bis(p-chlorophenyl) ethane]. DDT-teknis ini berupa tepung kristal putih tak berasa dan tak berbau. Daya larutnya sangat tinggi dalam lemak dan sebagian besar pelarut organik, tak larut dalam air, tahan terhadap asam keras dan tahan oksidasi terhasap asam permanganat .
Dua sifat buruk yang menyebabkan DDT sangat berbahaya terhadap lingkungan hidup adalah:
1) Sifat apolar DDT: ia tak larut dalam air tapi sangat larut dalam lemak. Makin larut suatu insektisida dalam lemak (semakin lipofilik) semakin tinggi sifat apolarnya. Hal ini merupakan salah satu faktor penyebab DDT sangat mudah menembus kulit
2) Sifat DDT yang sangat stabil dan persisten. Ia sukar terurai sehingga cenderung bertahan dalam lingkungan hidup, masuk rantai makanan (foodchain) melalui bahan lemak jaringan mahluk hidup. Itu sebabnya DDT bersifat bioakumulatif dan biomagnifikatif.
Karena sifatnya yang stabil dan persisten, DDT bertahan sangat lama di dalam tanah; bahkan DDT dapat terikat dengan bahan organik dalam partikel tanah .
Dalam ilmu lingkungan DDT termasuk dalam urutan ke 3 dari polutan organik yang persisten (Persistent Organic Pollutants, POP), yang memiliki sifat-sifat berikut:
1) tak terdegradasi melalui fotolisis, biologis maupun secara kimia,
2) berhalogen (biasanya klor),
3) daya larut dalam air sangat rendah,
4) sangat larut dalam lemak,
5) semivolatile,
6) di udara dapat dipindahkan oleh angin melalui jarak jauh,
7) bioakumulatif,
8) biomagnifikatif (toksisitas meningkat sepanjang rantai makanan)

C. Pembahasan
Mekanisme toksisitas dari DDT masih dalam perdebatan, wlaupun komponen kimia ini sudah disinthesis sejak tahun 1874. Tetapi pada dasarnya pengaruh toksiknya terfokus pada neurotoksin dan pada otak. Saraf sensorik dan serabut saraf motorik serta kortek motorik adalah merupakan target toksisitas tersebut. Dilain pihak bila terjadi efek keracunan perubahan patologiknya tidaklah nyata. Bila seseorang menelan DDT sekitar 10mg/Kg akan dapat menyebabkan keracunan, hal tersebut terjadi dalam waktu beberapa jam. Perkiraan LD50 untuk manusia adalah 300-500 mg/Kg.
Akibat lain dari penggunaan DDT, banyak binatang dalam mata rantai makanan yang panjang akan terkena dampaknya. Proses mata rantai makanan dari satu hewan ke hewan lain yang mengakumulasi zat DDT akan ikut tercemar zat DTT, termasuk pada manusia. DDT yang telah masuk ke dalam tubuh kemudian larut dalam lemak, terakumulasi sepanjang waktu hingga mengakibatkan efek negatif.
Penggunaan DDT berdampak pada biological magnification (pembesaran biologis) pada organisme sehingga dapat merusak jaringan tubuh setiap makhluk hidup yang secara perlahan dapat menyebabkan penyakit kanker, dapat menimbulkan otot kejang hingga kelumpuhan, serta dapat menghambat proses pengapuran dinding telur pada hewan bertelur yang mengakibatkan telur itu tidak dapat menetas.
Di Amerika Serikat, DDT masih terdapat dalam tanah, air dan udara: kandungan DDT dalam tanah berkisar sekitar 0.18 sampai 5.86 parts per million (ppm), sedangkan sampel udara menunjukkan kandungan DDT 0.00001 sampai 1.56 microgram per meter kubik udara (ug/m3), dan di perairan (danau) kandungan DDT dan DDE pada taraf 0.001 microgram per liter (ug/L). Gejala keracunan akut pada manusia adalah paraestesia, tremor, sakit kepala, keletihan dan muntah. Efek keracunan kronis DDT adalah kerusakan sel-sel hati, ginjal, sistem saraf, system imunitas dan sistem reproduksi. Efek keracunan kronis pada unggas sangat jelas antara lain terjadinya penipisan cangkang telur dan demaskulinisasi
DDT dihentikan penggunaannya sejak tahun 1972, tetapi penggunaannya masih berlangsung sampai beberapa tahun kemudian, bahkan sampai sekarang residu DDT masih dapat terdeteksi. Sejak tidak digunakan lagi (1973) kandungan DDT dalam tanaman semakin menurun. Pada tahun 1981 rata-rata DDT dalam bahan makanan yang termakan oleh manusia adalah 32-6 mg/kg/hari, terbanyak dari umbi-umbian dan dedaunan. DDT ditemukan juga dalam daging, ikan dan unggas.

D. Penutup
1. Kesimpulan
Meskipun DDT telah dilarang penggunaannya, namun sebagian masyarakat masih menggunakannya baik itu untuk kebutuhan pertanian, dalam hal bidang kesehatan (membasmi nyamuk) dan sebagainya. Hal ini karena daya efektifitas DDT dalam membunuh hama-hama serangga dalam waktu singkat.
DDT disatu sisi memang efektif dalam membasmi hama-hama serangangga, namun lebih banyak dampak negatifnya daripada manfaatnya.
2. Saran
Berdasarkan uraian di atas, penulis menyarankan agar sosialisasi bahaya penggunaan DDT lebih ditingkatkan. Uraian di atas juga menyampaikan mengenai dampak jangka panjang penggunaan DDT sehingga harus dilakukan upaya penanggulangannya di berbagai wilayah. Disamping itu, perlu dilakukan penemuan alternatif-alternatif lain untuk menggantikan DDT sebagai pestisida yang efektif dan tidak membahayakan. Dalam hal ini dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak yang berkompeten terutama dari bidang pertanian, peternakan, kedokteran hewan, dan kesehatan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
Frank C. Lu. 1995, Toksikologi Dasar (Azas, Organ Sasaran dan Penilaian Resiko) Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia
Riza V.T. dan gayatri. 1994. “Ingatlah Bahaya Pestisida : Residu Pestisida dan Alternatifnya” Bunga Rampai Press.
Sumarwoto, et al. 1978. Residu Pestisida dalam Hasil Pertanian, Seminar Pengendalian Pencemaran Air.
Tarumingkeng, R.C. 1992. Insektisida: Sifat, Mekanisme Kerja dan Dampak Penggunaannya. UKRIDA Press
Untung K. 1993. Pengantar Pengelolaan Hama Terpadu. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

KANDUNGAN UBI JALAR YANG MENCENGANGKAN!!!

Written By Kepripolitik on Minggu, 09 Mei 2010 | 05.40


Ubi jalar ( Ipomea batatas L.) merupakan tanaman sumber karbohidrat , selain itu juga merupakan sumber vitamin dan mineral. Diharapkan dengan mengkonsumsi ubi jalar sebagai makanan tambahan dapat meningkatkan konsumsi vitamin A dan C lebih banyak (Mahmud,1980).

Konsumsi ubi jalar sebagai pangan, sebagian besar dilakukan dengan cara disantap dari pemasakan ubi segar. Keragaman-keragaman kecil dilakukan dengan perubahan bentuk atau penambahan bumbu seperti ubi rebus, ubi goreng, kolak dan keripik. Filipina telah mengembangkan produk olahan ubi jalar menjadi berbagai produk seperti manisan, asinan, jam, sari buah dan berbagai jenis minuman pada tingkat komersial (Truong, 1986).

Pati merupakan bagian terbesar dalam ubi jalar dan amilopektin merupakan bagian terbesar dari pati ubi jalar. Langlois and Wagoner ( 1967) menyatakan bahwa kandungan amilosa pati ubi jalar sebesar 17,8 % sedangkan menurut Onwueme (1978), fraksi pati pada ubi jalar terdiri atas seperempat bagian amilosa dan tigaperempat bagian amilopektin.

Pantastico (1986) menyatakan, bahwa pada ubi jalar basah yang berdaging lunak kandungan patinya antara 13-20 %, sedangkan pada jenis yang lebih kering, umbinya lebih kompak mengandung 18-25 % zat pati. Jenis ubi jalar yang berwarna putih mengandung kadar air yang lebih sedikit daripada yang berwarna merah. Varietas ubi jalar yang berwarna kuning tidak semanis varietas yang berwarna putih tetapi memiliki bau dan rasa serta sifat-sifat yang baik untuk dimasak. Jumlah kandungan gizi ubi jalar dalam 100 gram bahan yang dapat dimakan dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Kandungan gizi ubi jalar setiap 100 gram bahan yang dapat dimakan

Komponen

Ubi Jalar Merah

Ubi Jalar Putih

Air (g)

Kalori (kal)

Protein (g)

Lemak

Karbohidrat (g)

Kalsium (mg)

Fosfor (mg)

Zat Besi (mg)

Vitamin A (Iu)

Vitamin B1 (mg)

Vitamin C (mg)

Bagian Yang Dapat Dimakan (g)

68,5

123

1,8

0,7

27,90

30,00

49,00

0,70

7700,00

0,09

22,00

86,00

68,5

123

1,8

0,7

27,90

30,00

49,00

0,70

60,00

0,09

22,00

86,00

Sumber : Rukmana (1997)

Selain mengandung zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh, ubi jalar juga mengandung zat anti gizi tripsin inhibitor dengan jumlah 0,26 %;43,6 IU per 100 gram ubi jalar segar ( Bradbury, 1985). Tripsin inhibitor tersebut akan menutup gugus aktif enzim tripsin sehingga aktivitas enzim tersebut terhambat dan tidak dapat melakukan fungsinya sebagai pemecah protein. Namun demikian, aktivitas tripsin inhibitor tersebut dapat dihilangkan dengan pengolahan sederhana yakni dengan cara pengukusan, perebusan dan pemasakan ( Bradbury and Halloway, 1988).

Senyawa lain yang tidak menguntungkan pada ubi jalar adalah senyawa-senyawa penyebab flatulensi, namun senyawa tersebut belum teridentifikasi secara jelas. Flatulensi dapat disebabkan oleh senyawa karbohidrat yang tidak tercerna yang difermentasi oleh bakteri tertentu dalam usus sehingga menghasilkan gas H2 dan CO2. Diduga flatulensi disebakan oleh karbohidrat jenis rafinosa, stakios dan verbaskosa (Palmer, 1982).

Produktivitas ubi jalar cukup tinggi dibandingkan dengan padi. Ubi jalar dengan masa panen 4 bulan dapat menghasilkan produk lebih dari 30 ton/Ha, tergantung dari bibit, sifat tanah dan pemeliharaannya. Walaupun saat ini rata-rata produktivitas ubi jalar nasional baru mencapai 12 ton/Ha, tetapi jumlah ini masih lebih besar, jika kita bandingkan dengan produktivitas padi (+/-4.5 ton/Ha). Selain itu, masa tanam ubi jalar juga lebih singkat dibandingkan dengan padi.

Karbohidrat yang dikandung ubi jalar masuk dalam klasifikasi Low Glycemix Index (LGI, 54), artinya komoditi ini sangat cocok untuk penderita diabetes. Mengonsumsi ubi jalar tidak secara drastis menaikkan gula darah, berbeda halnya dengan sifat karbohidrat dengan Glycemix index tinggi, seperti beras dan jagung.Sebagian besar serat ubi jalar merah merupakan serat larut, yang menyerap kelebihan lemak/kolesterol darah, sehingga kadar lemak/kolesterol dalam darah tetap aman terkendali. Kandungan karotenoid (betakaroten) pada ubi jalar, dapat berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan yang tersimpan dalam ubi jalar merah mampu menghalangi laju perusakan sel oleh radikal bebas. Kombinasi betakaroten dan vitamin E dalam ubi jalar bekerja sama menghalau stroke dan serangan jantung. Betakarotennya mencegah stroke sementara vitamin E mecegah terjadinya penyumbatan dalam saluran pembuluh darah, sehingga dapat mencegah munculnya serangan jantung.

Dengan perkembangan ilmu dan teknologi, ubi jalar dapat digunakan untuk beberapa keperluan terutama setelah ditemukan metode pengolahan hasil atau pasca panen yang lebih lebih baik. Penelitian ke arah pemanfaatan ubi jalar secara luas di Indonesia telah banyak dilakukan. Thenawidjaya (1976) telah mencoba membuat tepung ubi jalar, Setyawati (1981) dan Kadarisman (1985) meneliti tentang pembuatan pati/tepung ubi jalar. Balai besar Industri hasil Pertanian (BBIHP) Bogor juga telah mencoba meneliti pembuatan tepung dan pemanfaatannya dalam pembuatan beberapa produk. Purnomo et al (2000) telah mengembangkan tepung ubi jalar termodifikasi menggunakan enzim alpha-amilase yang ditujukan untuk memproduksi pati atau tepung ubi jalar termdofikasi sebagai ingredient pangan Sementara Anwar, et al (1993) mencoba pemanfaatan tepung ubi jalar dalam pembuatan produk-produk roti, cookies dan biskuit dengan hasil yang cukup memuaskan. Produk-produk dari tepung ubi jalar ternyata cukup disukai oleh konsumen. (sumber dari : om lordbroken)

Nah untuk anda yang belum terbiasa dgn menu ubi jalar silahkan klik di sini sebagai referensi anda. semoga bermanfaat. dan untuk mengetahui manfaat ubi jalar silahkan Klik disini

TANAH PASIR BISA PRODUKTIF???

Written By Kepripolitik on Rabu, 05 Mei 2010 | 03.34


Hasil penelitian Syamsul A Siradz dan Siti Kabirun, mahasiswa Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 2003 menyebutkan, lahan pasir pantai DIY yang luasnya mencapai 13.000 hektar memang miskin unsur hara. Di Kulon Progo luas lahan pasir mencapai 4.434 ha.

Kandungan hara lahan pasir hanya terbatas pada fosfor yang jumlahnya sangat sedikit (5,1-20,5 ppm). Sementara itu, bahan-bahan organik lain hanya 0,4-0,8 persen, natrium 0,05-0,08 persen, dan kalium 0,09-0,2 persen.

Temperatur permukaan lahan pasir juga amat tinggi, rata-rata di atas 30 derajat celsius. Embusan angin kencang juga mendukung penguapan air di pantai. Karakter lahan semacam ini sangat tidak menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman.
pertengahan 1985, Sukarman, pemuda Desa Bugel, Panjatan, itu tak sengaja menemukan cara mengolah lahan itu.

Kotoran sapi

Ditemui di kediamannya, Jumat (26/3), Sukarman menceritakan, pengetahuan itu didapat dari hasil mengamati sejumlah batang tanaman cabai merah yang hidup di atas kotoran sapi kering bercampur pasir pantai. ”Dari situ saya berpikir untuk mencoba menanam cabai di atas lahan pasir,” ujarnya.

Eksperimen perdana dilakukan dengan menanam bibit cabai di atas lahan pasir seluas 200 meter. Ladang garapan Sukarman berjarak sekitar 50 meter dari bibir pantai.

Sebelum menanam, alumni Akademi Perindustrian Yogyakarta ini mencampur pasir dengan kotoran sapi. Tanaman cabai dapat tumbuh, tetapi banyak juga yang layu akibat kekurangan air. Setiap hari Sukarman harus menggotong air tawar dari sumur di desa.

”Sekali waktu saya lelah menggotong air, lalu iseng menggali pasir. Ternyata saya mendapatkan air. Sampai kedalaman sekitar 3 meter, air seperti memancar,” kenangnya.

Air dari resapan Sungai Progo tersebut kemudian dialirkan Sukarman ke dalam bak-bak penampungan berbentuk buis (lingkaran) dari bahan cor semen-cikal bakal irigasi ”sumur renteng”.

Sukarman hanya butuh waktu 3 bulan untuk membuktikan keberhasilan pertanian lahan pasir. Ia ingat jumlah panen cabai merah perdana, 17 kilogram. Satu demi satu tetangganya mulai mengikuti usahanya.

Kini, sekitar 6.000 keluarga di 10 desa pesisir Kulon Progo, mulai dari Pantai Trisik hingga Congot, menjadikan pertanian lahan pasir berstatus milik Keraton Paku Alam (Paku Alam Ground) sebagai mata pencaharian utama. Lahan itu juga bisa ditanami semangka, melon, sawi, terung, kentang, jagung.

Dengan luas kepemilikan lahan rata-rata 0,2 ha, setiap keluarga bisa mendapat pendapatan panen minimal Rp 5 juta per tiga bulan. Cabai merah dipetik 1-2 kali per minggu dengan tingkat produktivitas 1 ton untuk lahan 0,2 ha. Harga cabai merah rata-rata Rp 7.000 per kilogram.

Padahal, kata Supriyadi, Ketua Paguyuban Petani Lahan Pantai Kulon Progo, tanaman cabai merah bisa tahan hingga 20 kali petik jika pupuk kandang diberikan intensif.

Kesuksesan pertanian lahan pasir juga menarik minat kalangan akademisi. Dja’far Shiddieq, ahli Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UGM adalah salah satu peneliti yang aktif mendatangi pesisir Kulon Progo sejak tahun 1996. Ia kerap membawa mahasiswa belajar sistem pertanian lahan pasir itu langsung dengan petani. Terakhir, ia membawa sekitar 30 mahasiswa dan dosen asing.

Inovasi terbaru yang dilakukan Dja’far adalah menambah lapisan bentonit pada berbagai variasi kedalaman lahan, mulai dari 15 sampai 45 sentimeter. Bentonit bersifat kedap menahan kandungan air lebih lama di lahan pasir. Produktivitas pun pertanian naik 20-25 persen.

Selain itu petani lahan pasir juga menerapkan penggunaan mulsa plastik dan jerami untuk mengurangi penguapan. Dengan demikian, kelengasan tanah benar-benar terjaga dan akar tanaman bisa menyerap air dengan lebih baik.

”Penggunaan mulsa juga mengurangi perkembangbiakan hama dan gulma. Kami tidak perlu lagi menggunakan obat-obatan kimia beracun,” kata Sumanto.

Untuk menghalau tiupan angin kencang yang membawa uap garam, petani memagari lahan garapan mereka dengan pelepah daun kelapa. Sejumlah petani mulai menanam cemara udang. Tanaman berdaun jarum ini juga menjaga permukiman warga dari badai dan tsunami.

Pertanian terpadu

Tidak hanya bermanfaat bagi manusia, pertanian lahan pasir juga bermanfaat bagi ternak. Sisa tanaman pascapanen bisa diolah menjadi pakan ternak. Sebuah siklus terbentuk: limbah pertanian dimanfaatkan ternak dan limbah peternakan berupa kotoran hewan diolah menjadi pupuk kandang.

Dja’far menyebut siklus ini sebagai wujud nyata dari sistem pertanian terpadu sekaligus pertanian organik. ”Pertanian terpadu amat ramah lingkungan, nyaris tak ada limbah terbuang. Zero waste,” kata Dja’far.

sumber dari : kompas cetak

Cara Membuat Read More Dgn Mudah

Written By Kepripolitik on Jumat, 05 Maret 2010 | 06.17


setelah sekian lama stangnan dan tidak membuat postingan di blog ini, akhirnya motivasi itu muncul lagi setelah bertemu dgn teman yg memiliki nasib yg sama dgn aq yaitu sama2 molor kuliah..he3 nasib nasib kata pepatah "Niat yg baik pasti ada aja jalanya". jadinya aq mau berniat meramaikan blantika blog dgn kembali aktip menulis biar otak ini dpt slalu aktip dan syukur2 dibaca blogger lain. amin

-----------
silahkan anda baca tutorial ini dari o-om

Ok !!! gampang bukan. ^_^ silahkan anda coba dan jika kurang puas dapat menghubungi Pak Mantri. Nuwun

MEMPERCEPAT KINERJA PC XP

Written By Kepripolitik on Senin, 08 Februari 2010 | 19.20

Optimalisasi Kinerja PC
Tweaking Windows Untuk Mempercepat Computer

Pada kali ini ESC-creation akan membahas bagaimana mempercepat kinerja komputer yang kita miliki sehingga performance lebih baik dengan sedikit Tweaking dan Modifikasi pada setting Windows computer kita. Hal ini sangat membantu untuk mempercepat Kinerja computer kita yang mungkin anda rasa masih lamban seperti bila kita masih menggunakan PC setara pentium III atau Pentium 4.

Dengan menerapkan Modifikasi, optimiser, Tweaking seeting Registry pada Windows maka hal ini akan mengoptimalkan kerja dari Computer agar bekerja lebih cepat dari sebelumnya.

Berikut langkah Optimalisasi Windows untuk mempercepat kinerja Komputer :

A. Matikan beberapa fitur Start Up.

Hal ini akan mempercepat loading Windows pada waktu Booting atau pertama kali kita menghidupkan Komputer.

* Masuk menu RUN >>> Ketikan MSCONFIG >> OK >> Pilih menu Start Up >> Hilangkan semua cawang pada Start up kecuali Program Anti virus
* Klik Menu service >> Hilangkan cawang pada Automatic Updates
* Setelah itu >>> Aplly >>> Ok

Hal ini memerlukan Restart Windows, Setelah itu ada Message Windows dan pilih dont show this message again. Kemudian lanjutkan ke Optimasi pada Registry Windows di bawah ini.
B. Optimasi Pada Registry

Rubah Registry Windows pada bagian berikut ini.

* MASUK RUN >> Ketik REGEDIT >> >> OK
* MY COMPUTER >>> HKEY_CURRENT_USER >> CONTROL PANEL >> DESKTOP >>
* Cari MENU SHOW DELAY >> Doble Klik dan rubah value data menjadi 10
* Cari HUNG-UP TIME OUT >> Doble Klik rubah value dataya menjadi 5
* MY COMPUTER >> HKEY_LOCAL_MACHINE >> SYSTEM >> CONTROLSET001 >> CONTROL >> WAIT TO KILL SERVICE >> Rubah Valuenya menjadi 500
* MY COMPUTER >> HKEY_LOCAL_MACHINE >> SYSTEM >> CONTROL SET002 >> CONTROL >> WAIT TO KILL SERVICE >> Rubah Valuenya menjadi 500
* MY COMPUTER >> HKEY_LOCAL_MACHINE >> SYSTEM >> CURRENT CONTROL Set> COntrol >> SESION MANAGER >> MEMORY MANAGEMENT >> DISABLE PAGING EXCecutive >> Rubah Value data menjadi 1

C. Optimalkan Virtual Memory

* Masuk Control Panel >> System >> Advanced >> Performance Setting >>> Pilih Custom >> Cawang pada : “Use Drop Shadow For Icon labels on the dekstop” dan “Use Visual styles on windows and buttons” dan kemudian aplly.

* Pada menu advanced >>> Virtual memory >> Change >> Klik pada drive c:Windows >> Pilih Custom Size >> Rubah Value pada initial size dan maximum Size 2 kali lipat dari value sebelumnya misal 256 rubah ke 512 , 512 rubah 1000) atau anda bisa merubah sesuai keinginan anda asal lebih besar dari value sebelumnya, Kemudian klik Ok.

Tweaking dan Modifikasi diatas bertujuan untuk mengoptimalkan dan mempercepat proses kerja suatu program atau software. Dan untuk mencegah peringatan / warning Virtual memory too low pada saat menjalankan program yag berat seperti Adobe Photoshob, Corel Draw, Adobe Premiere, Pinacle dan program berat lain yang memerlukan Virtual memory yang besar. Dan juga hal ini untuk mendukung Memory Ram yang kecil sehingga masih bisa digunakan untuk menjalankan progam berat tersebut.

Setelah selesai Restart komputer anda maka Kinerja dan Performance Computer anda akan lebih cepat dari sebelumnya. Selamat Mencoba.

BETERNAK ITIK : BISNIS YANG MENJANJIKAN

Written By Kepripolitik on Selasa, 24 November 2009 | 23.08



orang awam akan cenderung meremehkan potensi dari bebek, betapa tidak bebek identik dengan air, lumpur, kotoran, dan bau. hal ini tentunya sudah menjadi pandangan umum yang melekat pada bebek. dengan berat yang sama harga bebek lebih mahal daripada jenis unggas yang lainnya, ini tentunya menjadi pertanyaan besar, kenapa demikian?. pertanyaan sederhana tersebut jawabannya juga sederhana, karena bebek punya potensi lebih dibandingkan jenis ternak yang lainnya. jawaban tersebut saya kuatkan dengan dasar sebagai berikut:
1. bebek merupakan jenis unggas yang paling tahan terhadap penyakit, jika dibandingkan dengan ayam ataupun unggas yang lainya maka bebek merupakan yang terkuat.
2. telur bebek dipasaran mempunyai harga lebih tinggi dibandingkan dengan telur ayam ataupun puyuh.
3. daging bebek mempunyai rasa lebih gurih dibandingkan dengan daging unggas lainya, sehinnga harga daging bebek lebih mahal jika dibandingkan dengan unggas lainnya
4. bebek tidak membutuhkan kandang khusus seperti pada ayam ataupun puyuh, cukup diberi tempat berteduh dari terpal ataupun plastik asalkan bisa terhindar dari hujan dan terik matahari, jadi biaya perkandangan bebek lebih murah dari jenis unggas lainnya.
5. pemberian pakan pada bebek lebih fleksibel dari pada jenis unggas lainnya, misalnya saja kalau memelihara ayam petelur jenis pakannya harus terukur dan pasti, tapi kalau memelihara bebek diberi pakan apa saja bisa asalkan jenis pakan tersebut tidaklah busuk, bisa mulai dari nasi sisa, dedak, roti kedaluwarsa, kepala ikan, keong mas, ampas tahu, ampas ketela, dsb jenis pakan lainnya.
lima alasan tersebut diatas kiranya bisa menjawab pertanyaan sederhana diatas. dengan luas lahan yang sama jika beternak bebek dibandingkan dengan bercocok tanam, misalnya jenis palawija maupun tanaman lainya maka luas tanah tadi lebih produktif jika di gunakan untuk beternak bebek, dan dengan modal yang sama jika dibandingkan dengan memelihara sapi maka beternak bebek lebih banyak memberikan keuntungan secara finansial.
sedikit uraian tersebut merupakan sekedar contoh sederhana tentang potensi beternak itik/ bebek.

PDHI : desak Presiden Bentuk Wakil Menteri Otoritas Veteriner

Written By Kepripolitik on Senin, 02 November 2009 | 00.29

Ternyata ridak presiden saja yang memilik wakil presiden tapi Menteri kayaknya juga butuh wakil yang namanya wakil menteri. Dalam hal ini kita akan menyorot Departemen Pertanian.
Permasalahan ini di tegaskan oleh Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI) yang di lansir dari situs ugm.ac.id. Dimana Persatuan FKH se Indonesia mendesak presiden untuk membentuk Wakil Menteri Pertanian Otoritas Veteriner yang berlatarbelakang Profesi Dokter hewan dan nantinya akan bertugas untuk mengurusi bidang otoritas veteriner berdasarkan UU No. 18 tahun 2009.
UU No 18 tahun 2009.
Pada http://ugm.ac.id di jelaskan bahwa “Dimungkinkan ada pengambilan keputusan tertinggi di sektor teknis kesehatan hewan berdasarkan profesionalisme veteriner,” kata Dekan FKH UGM, Prof. Dr. drh. Bambang Sumiarto, S.U., M.Sc., dan Dekan FKH IPB, Dr. I Wayan T. Wibawan, M.S., D.V.M., mewakili delapan dekan FKH se-Indonesia, Kamis (29/10)
Jadi saya pikir2 sekarang Profesi dokter hewan dan paramedik dokter hewan sudah mulai di akui di kancah politik kawan2. Menurut saya untuk lebih idealny kita mengerti dan memahami "Terpinggirkannya Otoritas Dokter hewan" alangkah baiknya saya dan kita membaca apa sih OTORITAS VETERINER itu berdasarkan UU no 18 tahun 2009.
teman-teman silahkan Klik disini atau disini
Nah di UU no 18 tahun 2009, tentang Otoritas Veteriner itu tertuang dalam BAB VII. ayat (1)Penyelenggaraan kesehatan hewan di seluruh
wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
memerlukan otoritas veteriner. Nah jika presiden tidak mengindahkan otoritas profesi dokter hewan apakah bukan Meminggirkan Dunia Veteriner dan menambah penyakit Zoonosis di Indonesia ini??

inspirasi dari : ugm.ac.id

Misteri

Teknologi

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MantriHewan l Seputar Dunia Hewan - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger